Wabup Ipat Resmikan Sanggar Seni Titi Pasuwitran

22/09/2023

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna meresmikan Yayasan Sanggar Seni Titi Pasuwitran yang berlokasi desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kamis (21/9) malam. Tampak hadir pula Ketua DPRD kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi dan Wakil Ketua DPRD I Wayan Suardika.
 
Sanggar Seni ini sejatinya telah mulai berdiri sejak tahun 2016, namun secara hukum Yayasan Sanggar Seni Titi Pasuwitran baru diresmikan Kamis kemarin.
 
Wakil Bupati yang akrab disapa Ipat ini sangat mendukung dengan didirikannya Yayasan Sanggar Seni Titi Pasuwitran, Ia berharap sanggar tersebut dapat memberikan ruang bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk ambil bagian dalam pelestarian budaya.
 
"Saya harapkan Yayasan Sanggar Seni Titi Pasuwitran nantinya dapat mewadahi berbagai jenis kesenian, terutama kesenian Bali dan khususnya kesenian khas Jembrana," ucapnya.
 
Wabup Ipat yang juga didapuk sebagai penasehat Yayasan Sanggar Seni Titi Pasuwitran mendukung diciptakannya  kolaborasi antara kesenian tradisional Bali dengan kesenian modern sehingga dapat memberikan warna baru yang dapat dinikmati semua kalangan.
 
"Kolaborasi antara seni klasik dan seni modern juga dapat meningkatkan minat generasi muda untuk ikut melestarikan kesenian yang telah ada maupun menciptakan kesenian baru yang tidak lepas daerah norma-norma yang ada," ujarnya.
 
Pihaknya juga berpesan kepada pengurus Yayasan Sanggar Seni Titi Pasuwitran agar dapat menjalin kerjasama dengan sanggar seni lainnya, hal tersebut untuk memberikan  kesempatan yang sama bagi semua sanggar seni untuk dapat menampilkan kreativitasnya kepada masyarakat.
 
"Setiap sanggar seni harus ada pemerataan, ada keseimbangan diantara pelaku seni sehingga semua bisa tampil. Karena semakin sering tampil, maka akan semakin bersemangat untuk berlatih," tandas Wabup Ipat.
 
Sementara itu, ketua Yayasan Sanggar Seni Titi Pasuwitran I Gede Darmika mengatakan sanggarnya memberikan ruang kepada anggotanya untuk membuat perpaduan antara seni klasik dan seni modern yang tentunya mendapat respon yang baik dari masyarakat.
 
"Kesenian yang kita naungi adalah kolaborasi antara seni klasik dan modern yang kita padukan menjadi sebuah kesenian yang baru. Setelah kita tampilkan kepada masyarakat, saya lihat masyarakat antusias untuk menikmati kesenian ini," kata Darmika.
 
Pihaknya pun akan mengembangkan sanggar seninya agar bisa memfasilitasi berbagai kalangan dengan harapan kesenian dapat terus dilestarikan dan dapat dinikmati oleh semua masyarakat.
 
"Kedepannya kita ingin mewadahi anak-anak, remaja hingga dewasa yang ingin berkesenian agar kesenian kita tidak putus serta agar kesenian ini dapat menjangkau masyarakat luas,"