Pemerintahan 11 Sep 2025

1.518 KK Terdampak Banjir di Jembrana, Pemkab Gerak Cepat Salurkan Bantuan

A

Oleh Administrator

2 Menit Baca
1 kali dilihat
1.518 KK Terdampak Banjir di Jembrana, Pemkab Gerak Cepat Salurkan Bantuan

"Jembrana – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Jembrana selama dua hari berturut-turut, 8–10 September 2025, mengakibatkan bencana banjir, tanah longsor, serta pohon tumb..."

Jembrana – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Jembrana selama dua hari berturut-turut, 8–10 September 2025, mengakibatkan bencana banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang di sejumlah wilayah.

Data sementara mencatat sebanyak 1.518 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan banjir terjadi di 19 titik dan tanah longsor di 5 titik. Peristiwa ini juga menimbulkan kerugian materiil serta adanya korban jiwa.

Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, serta masyarakat bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Sejumlah dapur umum telah didirikan, baik oleh BPBD maupun di Kantor Perbekel Desa Pengambengan, untuk memastikan kebutuhan makanan warga terdampak tetap terpenuhi.

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga membuka peluang bagi masyarakat dan pihak dermawan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Bantuan dapat berupa sembako, selimut, obat-obatan, perlengkapan bayi, maupun perlengkapan kebersihan. Bantuan disalurkan melalui PUSDALOPS BPBD Kabupaten Jembrana di Jl. Merak No.1, Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana.

Bupati Jembrana mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem. Warga juga diminta segera menghubungi nomor darurat apabila membutuhkan bantuan: DAMKAR (0365-41113), BPBD (0365-41166), atau WhatsApp PUSDALOPS BPBD Kabupaten Jembrana di 082146559989.

Pemerintah daerah memastikan akan terus bersinergi dengan semua pihak untuk mempercepat penanganan bencana serta pemulihan bagi masyarakat terdampak.