JEMBRANA – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Negara sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026, Lomba Sampan Tradisional Semarak Jembrana kembali digelar pada Kamis (13/8). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perlombaan kali ini menghadirkan suasana baru dengan mengambil titik start di utara Pura Perancak dan finish di Jembatan Air Kuning.
Acara yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat pesisir Jembrana ini berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah. Tampak hadir Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, S.T., M.T., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Jembrana, perwakilan Basarnas, para Asisten, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Sebagai bentuk dukungan penuh dan kedekatan pemimpin dengan warganya, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bahkan turut serta mengikuti para peserta menyusuri rute perlombaan dari garis start hingga finish. Kehadiran pimpinan daerah di tengah-tengah rute perlombaan ini semakin membakar semangat para peserta yang tengah bertanding.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, AP., M.Si., yang turut mengawal kegiatan ini menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. "Hari ini kita bersyukur dapat kembali melaksanakan Lomba Sampan Tradisional. Kegiatan rutin ini merupakan bentuk apresiasi kita kepada teman-teman masyarakat di wilayah pesisir, sekaligus untuk memeriahkan peringatan HUT Kota Negara dan HUT Kemerdekaan RI tahun 2026. Astungkara, pelaksanaan kegiatan hari ini berjalan dengan sangat baik dan lancar," ujarnya.
Terkait inovasi rute lomba tahun ini, I Gusti Putu Anom Saputra menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga. "Jika pada tahun-tahun sebelumnya finish lomba selalu di Jembatan Samblong, tahun ini kita ubah rutenya menjadi start di utara Pura Perancak dan finish di Jembatan Air Kuning. Perubahan ini murni berdasarkan hasil komunikasi dan permintaan langsung dari masyarakat serta perangkat di wilayah pesisir yang menginginkan adanya suasana baru. Tentu saja, pelaksanaan dengan rute baru ini akan menjadi bahan evaluasi kami ke depannya bersama para peserta untuk penyempurnaan di tahun berikutnya," tambahnya.
Perlombaan tahun ini diikuti oleh 28 peserta yang bersaing dengan sportivitas tinggi. Keluar sebagai Juara 1 adalah peserta dengan nomor dada 11, atas nama Akhyar Aditya dan Agus Rahman yang berasal dari Air Kuning. Atas kemenangan tersebut, keduanya berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan sebesar Rp 2.500.000.
Posisi Juara 2 diraih oleh peserta nomor dada 17, I G D Adi Kartika dan I Kd Pery Pranata dari Br. Samblong, dengan hadiah sebesar Rp 2.000.000. Sementara itu, Juara 3 diraih oleh nomor dada 18, I Kd. Sandi Adnyana dan I Kt. Sedana dari Br. Samblong, dengan hadiah Rp 1.800.000.
Sebagai bentuk apresiasi menyeluruh, panitia juga menyediakan uang pembinaan berjenjang untuk pemenang harapan hingga peringkat kesepuluh (Juara IV mendapat Rp 1.500.000 hingga Juara X mendapat Rp 640.000). Tidak hanya itu, seluruh peserta dari urutan ke-11 hingga ke-28 juga masing-masing diberikan hadiah apresiasi senilai Rp 250.000.
Penyelenggaraan Lomba Sampan Tradisional yang sukses ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai wujud kebersamaan, pelestarian budaya bahari, serta wadah silaturahmi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat Jembrana.