Pemerintahan 27 Apr 2026

Apel Koordinasi Pemkab Jembrana Soroti Mitigasi Inflasi dan Percepatan Penanganan Sampah

A

Oleh Administrator

2 Menit Baca
Apel Koordinasi Pemkab Jembrana Soroti Mitigasi Inflasi dan Percepatan Penanganan Sampah

"Dalam arahannya, ditekankan bahwa ketegangan geopolitik dunia saat ini telah memicu fenomena inflasi impor yang berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan baku di Indonesia. Untuk menjaga stabilitas tersebut, pemerintah daerah telah menyusun langkah-langkah strategis, di antaranya adalah pelaksanaan operasi pasar secara rutin dan berkala guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan tidak melampaui harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah."

Jembrana – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jembrana memimpin pelaksanaan apel koordinasi yang berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Bupati Jembrana pada Senin pagi, 27 April 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, serta seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Jembrana ini menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah-langkah solutif bagi Kabupaten Jembrana guna memitigasi dampak buruk dari efek domino krisis global yang mulai merambah ke sektor lokal.

Dalam arahannya, ditekankan bahwa ketegangan geopolitik dunia saat ini telah memicu fenomena inflasi impor yang berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan baku di Indonesia. Untuk menjaga stabilitas tersebut, pemerintah daerah telah menyusun langkah-langkah strategis, di antaranya adalah pelaksanaan operasi pasar secara rutin dan berkala guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan tidak melampaui harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat, pemerintah menginstruksikan optimalisasi sektor lokal dengan mengedukasi para pelaku usaha agar beralih menggunakan kemasan alami seperti daun pisang atau daun jati yang ketersediaannya sangat melimpah di wilayah pertanian Jembrana. Langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada plastik impor, tetapi juga sekaligus menggerakkan roda ekonomi petani lokal. 

Sejalan dengan hal tersebut, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk memaksimalkan realisasi program kegiatan ketahanan pangan serta memastikan ketersediaan pangan yang cukup melalui pemberian bantuan hortikultura dan pemanfaatan lahan pekarangan oleh kelompok masyarakat maupun PKK.

Di sektor administratif, diingatkan pula mengenai pentingnya peningkatan Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) khususnya pada bagian pencatatan pengadaan barang non-tender yang masih perlu ditingkatkan agar mencapai target maksimal 100%. Menutup rangkaian arahan, Asisten Perekonomian mengingatkan seluruh jajaran untuk mempercepat penanganan sampah organik berbasis sumber melalui penerapan teba modern sebagaimana instruksi tertulis Bupati Jembrana kepada masyarakat. Langkah kolektif ini diharapkan mampu membentengi Jembrana dari ancaman sanksi administratif pengelolaan sampah serta menciptakan ketahanan ekonomi daerah yang lebih mandiri dan kokoh.