JEMBRANA – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali menyelenggarakan Babak Penyisihan Junior Sentinel Challenge (JSC) Tahun 2026 untuk wilayah Kabupaten Jembrana yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana, I Made Cipta Wahyudi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Persandian Diskominfos Provinsi Bali, I Putu Sundika, beserta jajaran tim Diskominfos Provinsi Bali sebagai penyelenggara Junior Sentinel Challenge (JSC) Tahun 2026.
Babak penyisihan di Kabupaten Jembrana diikuti oleh dua tim yang berasal dari SMKN 1 Negara dan SMKN 3 Negara, dengan masing-masing tim terdiri atas tiga peserta. Kompetisi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan minat di bidang keamanan siber (cyber security) yang semakin dibutuhkan di era transformasi digital.
Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali memperluas penyelenggaraan Junior Sentinel Challenge ke seluruh kabupaten dan kota se-Bali sebagai langkah strategis dalam pemerataan pengembangan talenta muda di bidang keamanan siber. Perluasan jangkauan ini diharapkan mampu menjaring lebih banyak potensi generasi muda yang memiliki minat dan kemampuan di bidang teknologi informasi dan keamanan digital.
JSC 2026 hadir dengan format yang lebih matang dan kompetitif. Salah satu terobosan yang diterapkan adalah kembalinya format kompetisi berbasis tim. Format ini dipilih untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja yang menuntut kolaborasi dan kerja sama tim dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan siber.
Selain itu, mekanisme penyisihan daerah dilaksanakan secara mandiri oleh Dinas Kominfo di masing-masing kabupaten/kota. Melalui pola ini, proses penjaringan peserta diharapkan menjadi lebih optimal sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pelajar di seluruh wilayah Bali untuk berpartisipasi.
Tim dengan perolehan nilai tertinggi pada babak penyisihan daerah akan mewakili kabupaten/kota masing-masing pada babak final tingkat Provinsi Bali. Babak final tersebut akan dilaksanakan dalam satu hari penuh dengan rangkaian kompetisi yang menantang dan menguji kemampuan peserta dalam menyelesaikan berbagai simulasi keamanan siber.
Tidak hanya berfokus pada perlombaan, rangkaian kegiatan JSC juga dibarengi dengan penguatan literasi digital dan edukasi keamanan siber. Puncak kegiatan akan menghadirkan kompetisi simulasi keamanan siber berstandar industri dengan format Capture The Flag (CTF) yang dirancang untuk mengasah kemampuan teknis, analisis, dan pemecahan masalah peserta.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Bali juga menargetkan terbentuknya komunitas siber yang kuat dan berkelanjutan di setiap daerah. Para alumni JSC diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendeteksi, mendiskusikan, serta membantu mitigasi berbagai ancaman dan gangguan siber di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Diskominfos Provinsi Bali turut mengapresiasi tingginya kepedulian generasi muda terhadap keamanan digital. Selama ini, pemerintah kerap menerima laporan sukarela terkait celah kerentanan sistem (vulnerability) dari masyarakat, termasuk dari kalangan pelajar SMA hingga SMP. Sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menerapkan mekanisme validasi laporan Proof of Concept (POC). Setiap laporan yang dinyatakan valid akan memperoleh sertifikat resmi dari pemerintah yang dapat dimanfaatkan sebagai portofolio akademik maupun profesional di masa mendatang.
Melalui penyelenggaraan Junior Sentinel Challenge 2026, Pemerintah Provinsi Bali optimistis dapat mencetak talenta-talenta muda keamanan siber yang unggul sekaligus memperkuat ketahanan siber daerah guna mendukung keberlanjutan transformasi dan ekonomi digital Bali yang aman, andal, dan berdaya saing.