Pemerintahan 08 Jun 2026

BPBD Jembrana Perkuat Budaya Siaga Bencana Melalui Edukasi “Siap untuk Selamat"

A

Oleh Administrator

2 Menit Baca
BPBD Jembrana Perkuat Budaya Siaga Bencana Melalui Edukasi “Siap untuk Selamat"

"Kepala Pelaksana BPBD Jembrana menyampaikan bahwa bencana merupakan urusan bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh pihak. Mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki, masyarakat maupun ASN perlu memahami potensi ancaman bencana di wilayahnya serta memiliki kemampuan melakukan evakuasi mandiri guna meminimalkan risiko korban jiwa."

JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui peningkatan pemahaman dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam apel yang dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana di depan Kantor Bupati Jembrana, Senin (8/6/2026).

Apel tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, pelaksana, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana. Dalam kesempatan tersebut, BPBD memberikan pengarahan mengenai struktur kelembagaan, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BPBD, sekaligus mengedukasi peserta terkait pentingnya kesiapsiagaan bencana melalui konsep “Siap untuk Selamat”.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana menyampaikan bahwa bencana merupakan urusan bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh pihak. Mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki, masyarakat maupun ASN perlu memahami potensi ancaman bencana di wilayahnya serta memiliki kemampuan melakukan evakuasi mandiri guna meminimalkan risiko korban jiwa.

Dalam pemaparannya, BPBD menjelaskan bahwa penanggulangan bencana dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu pra-bencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Pada tahap pra-bencana, fokus kegiatan diarahkan pada mitigasi, edukasi kebencanaan, serta pengoperasian sistem peringatan dini, seperti Warning Receiver System (WRS) untuk gempa bumi dan Early Warning System (EWS) untuk tsunami.

Sementara itu, pada saat tanggap darurat, BPBD bertugas melakukan kaji cepat terhadap dampak bencana serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik bagi masyarakat terdampak. Adapun pada tahap pascabencana, upaya yang dilakukan meliputi rehabilitasi, rekonstruksi, hingga pemberian santunan kepada korban sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Jembrana telah dilengkapi dengan sistem peringatan dini tsunami (EWS), di antaranya Desa Penyaringan, Desa Yeh Kuning, dan Desa Pengambengan. Keberadaan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan informasi dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman tsunami.

Menutup arahannya, BPBD memperkenalkan panduan praktis “Siap untuk Selamat” bagi keluarga. Masyarakat diimbau untuk mengenali potensi ancaman di lingkungan sekitar, menyepakati titik kumpul dan jalur evakuasi keluarga, serta menyiapkan satu tas kedaruratan yang berisi dokumen penting dan perlengkapan dasar guna mendukung proses evakuasi saat keadaan darurat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap terbangun budaya sadar bencana dan kesiapsiagaan yang kuat di tengah masyarakat, sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan secara bersama-sama.

Galeri Foto