JEMBRANA – Suasana haru dan khidmat mewarnai pelataran Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada acara pelepasan jemaah haji Kabupaten Jembrana. Pada hari Jumat (8/5/2026), Pemerintah Kabupaten Jembrana secara resmi melepas keberangkatan 90 jemaah calon haji untuk menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah / 2026 Masehi.
Berdasarkan data penyelenggara, 90 jemaah tersebut berasal dari lima kecamatan, yakni Negara (38 orang), Melaya (27 orang), Jembrana (12 orang), Mendoyo (11 orang), dan Pekutatan (2 orang). Keberangkatan ini didominasi oleh 88 warga yang baru pertama kali berhaji. Jemaah tertua tercatat berusia 84 tahun atas nama Bapak Sa'dan, dan termuda berusia 27 tahun atas nama Junda Fathurrahman Izzudin.
Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terasa sangat istimewa dengan dukungan penuh dari Pemkab Jembrana. Bupati Jembrana memberikan fasilitas tambahan berupa penginapan hotel gratis di Surabaya sebelum jemaah masuk asrama, di samping menanggung penuh biaya transportasi bus pulang-pergi dari Jembrana menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Selain itu, jemaah juga mendapatkan layanan cek kesehatan menyeluruh dan gratis yang didukung penuh oleh Dinas Kesehatan dan RSU Negara, mencakup pemberian vaksin influenza, meningitis, polio, hingga COVID-19.
Limpahan fasilitas ini menuai apresiasi mendalam dari para jemaah. Perwakilan jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 70 Embarkasi Surabaya menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga karena telah terpilih menjadi tamu Allah setelah melewati masa penantian yang sangat lama dan panjang. Perwakilan jemaah mengungkapkan bahwa bantuan penginapan gratis tersebut sangat membantu dan meringankan beban, sehingga mereka tidak lagi kebingungan mencari tempat beristirahat.
Rasa haru jemaah semakin bertambah dengan adanya inisiatif pembuatan miniatur Ka'bah oleh Dewan Kemakmuran Masjid Takmir Pantai Cupel. Berkat fasilitas tersebut, untuk pertama kalinya pada tahun 2026 ini jemaah dapat melaksanakan praktik manasik haji langsung di Pantai Cupel, yang membuat mereka merasa sangat dekat dengan Baitullah.
Sebelum berpamitan dari halaman Gedung Kesenian Ir. Soekarno, perwakilan jemaah memohon doa restu kepada seluruh masyarakat agar diberikan kesehatan selama kurang lebih 40 hari berada di Tanah Suci. Mereka berharap dapat melancarkan seluruh rangkaian ibadah, termasuk wukuf di Arafah serta mabit di Muzdalifah dan Mina. Diiringi isak tangis, perwakilan jemaah juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada keluarga, handai tolan, serta para tetangga yang ditinggalkan.
Sebagai bentuk balasan atas kepedulian yang tiada henti dari pemerintah daerah, para jemaah berjanji akan memanjatkan doa dari tempat-tempat mustajab di Tanah Suci untuk Bupati beserta seluruh jajaran Pemkab Jembrana. Mereka mendoakan agar para pemimpin dan masyarakat Jembrana senantiasa diberikan kekuatan, demi mewujudkan Jembrana yang maju, harmoni, dan bermartabat.
Sesuai jadwal, rombongan Kloter 70 SUB ini akan terbang dari Bandara Internasional Juanda menuju Jeddah, Arab Saudi. Seluruh warga dan keluarga yang mengantar turut mendoakan agar para jemaah kembali ke tanah air dengan selamat dan meraih predikat haji yang mabrur dan mabruroh.