JEMBRANA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali bekerjasama dengan Dekranasda Kabupaten Jembrana sukses menggelar ajang Dekranasda Bali Fashion Roadshow (Goes to Jembrana) yang berlangsung megah di Ballroom Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Jembrana, pada Kamis (27/8/2026). Gelaran ini merupakan bagian dari rangkaian Trilogi Fashion Show Dekranasda Provinsi Bali Tahun 2026 setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.
Rangkaian acara diawali sejak pukul 09.00 WITA dengan Pameran IKM & UMKM yang menampilkan berbagai produk kerajinan unggulan khas Jembrana. Memasuki sesi utama pada sore hari, acara dibuka secara resmi dengan penayangan Video Profile Dekranasda Provinsi Bali, doa bersama, lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, serta Mars Dekranas.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana. Dalam narasinya, beliau menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas terpilihnya Kabupaten Jembrana sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan roadshow ini. Pemkab Jembrana melalui Dekranasda terus berkomitmen untuk memfasilitasi para perajin tenun dan desainer lokal agar mampu bersaing di tingkat yang lebih luas. Melalui ruang apresiasi ini, potensi kain tenun khas Jembrana diharapkan semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi kebanggaan daerah yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat Jembrana.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dekranasda Provinsi Bali dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan sinergi yang luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Jembrana. Beliau memaparkan Tiga Program Utama Dekranasda Bali, yaitu Dekranasda Bali Fashion Roadshow (keliling kabupaten/kota), Dekranasda Bali Fashion Week (event puncak tahunan pada bulan Desember), serta Dekranasda Bali Fashion Day (gerakan bulanan ASN mendukung produk UMKM).
Lebih lanjut, Ketua Dekranasda Bali menekankan pentingnya filosofi "Wastra Hitakara" yang mengartikan kain tenun tradisional sebagai penggerak roda perekonomian perajin di desa sekaligus sarana pelestarian budaya. Konsep ini dibingkai dalam tiga pilar "Satu Jiwa, Tiga Rupa": Seni (memberikan roh dan nilai spiritual), Bisnis (menjaga keberlanjutan ekonomi), dan Politik Kebudayaan (perlindungan HKI agar wastra Bali tidak terdegradasi).
Kemeriahan dilanjutkan dengan persembahan Garapan Tari "Wastra Wana" oleh Arjuna Production Bali, Lighting Show, dan penayangan Video Teaser. Sesi fashion show ditandai dengan penampil istimewa peragaan Busana Adat Pengantin Bali karya Turah Mayun AAA, diselingi penampilan musik dari Gus Teja.
Panggung catwalk kemudian dimeriahkan oleh parade busana dari 6 desainer lokal kenamaan: Body & Mind, Urban Ethnic, Ka Carita, Deluxe, Luh Jaum, dan Taksu Design, sebelum ditutup dengan parade All Model. Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan panggung hiburan penutup oleh Raja Pala Performance.