Pemerintahan 07 Oct 2026

Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana Perkuat Sinergi Lintas Sektor Kendalikan Penyakit Menular dan PTM

A

Oleh Administrator

3 Menit Baca
3 kali dilihat
Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana Perkuat Sinergi Lintas Sektor Kendalikan Penyakit Menular dan PTM

"Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana mendorong agar hasil evaluasi dan pembahasan tidak berhenti pada forum koordinasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata di masing-masing sektor. Dengan sinergi yang semakin kuat, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit diharapkan mampu berjalan lebih terpadu demi mewujudkan masyarakat Jembrana yang sehat dan memiliki ketahanan kesehatan yang semakin baik."

JEMBRANA – Upaya menjaga kesehatan masyarakat di Kabupaten Jembrana terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Jembrana menggelar Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tingkat Kabupaten Jembrana Tahun 2026, Rabu hingga Kamis (7–8 Oktober 2026), bertempat di Resort Nirwana Garden, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana.

Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Jembrana, dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, M.Biomed, tersebut diikuti sedikitnya 50 peserta. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kepolisian, instansi vertikal, camat, direktur rumah sakit, hingga kepala puskesmas se-Kabupaten Jembrana.

Dalam sambutannya, dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata menegaskan bahwa pembangunan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Diperlukan keterlibatan dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta unsur terkait lainnya.

Menurutnya, sinergi tersebut semakin penting di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, perubahan kondisi lingkungan, serta adanya penyesuaian kelembagaan setelah urusan kesehatan dan sosial berada dalam satu wadah Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Jembrana.

Jembrana saat ini juga menghadapi tantangan kesehatan yang bersifat ganda. Penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, Demam Berdarah Dengue (DBD), rabies dan penyakit zoonosis lainnya, serta potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) masih membutuhkan pengawasan dan penanganan secara terpadu.

Di sisi lain, kasus penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung dan kanker juga menjadi perhatian. Karena itu, upaya promotif dan preventif melalui penerapan pola hidup sehat, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), serta optimalisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) perlu terus didorong agar masyarakat dapat melakukan deteksi dini dan menjaga kesehatan sejak usia dini.

Pertemuan koordinasi tersebut menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan program P2P sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi. Selama dua hari, peserta mengikuti evaluasi kinerja program, sosialisasi penyusunan dokumen kontingensi, Focus Group Discussion (FGD) lintas sektor, hingga penyusunan rekomendasi rencana tindak lanjut.

Sejumlah materi juga disampaikan oleh para pemangku program, di antaranya Kepala Tim Kerja P2PM Ida Bagus Made Adnyana, SKM, terkait evaluasi pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit menular; Kepala Tim Kerja P2PTM I Kadek Dwi Mahayuda, SKM, terkait evaluasi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular; serta Kepala Tim Kerja Penyehatan Lingkungan I Gusti Putu Awet Suyasa, SKM, terkait evaluasi pelaksanaan penyehatan lingkungan.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana mendorong agar hasil evaluasi dan pembahasan tidak berhenti pada forum koordinasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata di masing-masing sektor. Dengan sinergi yang semakin kuat, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit diharapkan mampu berjalan lebih terpadu demi mewujudkan masyarakat Jembrana yang sehat dan memiliki ketahanan kesehatan yang semakin baik.

Galeri Foto