Jembrana – Bupati Jembrana yang diwakili oleh Asisten III Administrasi Umum Setda Kabupaten Jembrana, Nengah Wartini, menghadiri sekaligus membuka Festival Tari Jembrana IX Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Lomba Tari se-Kabupaten Jembrana, pada Sabtu (7/3/2026) bertempat di Gedung Pendopo Kesari, Kabupaten Jembrana. Kegiatan ini diselenggarakan oleh LKP Sanggar Tari Bali Pradnya Sari Kabupaten Jembrana sebagai salah satu upaya untuk mendukung pelestarian serta pengembangan seni dan budaya daerah, khususnya seni tari Bali di Kabupaten Jembrana.
Festival Tari Jembrana yang telah memasuki penyelenggaraan ke-IX ini diikuti oleh 255 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Jembrana. Pelaksanaan lomba dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada Sabtu (7/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026). Selama kegiatan berlangsung, para peserta menampilkan berbagai kreasi dan kemampuan terbaik mereka dalam bidang seni tari, yang menjadi ajang unjuk bakat sekaligus wadah pembinaan bagi generasi muda yang memiliki minat dan potensi di bidang seni.
Festival tahun ini mengangkat tema “Ngayah Ring Seni Nguripang Budaya”, yang memiliki makna pengabdian tulus dalam berkesenian sebagai bentuk upaya untuk menjaga, melestarikan, serta menghidupkan budaya, khususnya seni tari Bali di tengah perkembangan zaman. Melalui tema tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan seni budaya daerah sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Bali.
Kegiatan ini melibatkan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari siswa-siswi tingkat SD, SMP, SMA/SMK, hingga sanggar seni yang ada di Kabupaten Jembrana. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memberikan ruang dan kesempatan kepada anak-anak disabilitas serta anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk ikut berlatih menari dan menampilkan kemampuan mereka di atas panggung, sehingga seni budaya dapat dinikmati dan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, dengan sumber pendanaan yang berasal dari partisipasi para peserta, dukungan dari Kasandar, serta kontribusi dari sejumlah pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Jembrana. Dukungan tersebut menunjukkan adanya sinergi antara masyarakat, komunitas seni, dan berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.
Dalam sambutannya, Asisten III Administrasi Umum Nengah Wartini menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia, pelatih, serta peserta yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan festival ini. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seni budaya seperti Festival Tari Jembrana memiliki peran penting dalam mendukung visi dan misi pembangunan Kabupaten Jembrana, yaitu mewujudkan Jembrana yang maju, harmonis, dan bermartabat, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, serta semangat gotong royong masyarakat.
Selain menjadi wadah pengembangan kreativitas generasi muda, festival seni budaya juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah, serta memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Melalui penyelenggaraan Festival Tari Jembrana ini diharapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan, pelestarian, serta pengembangan seni budaya daerah, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya yang dimiliki. Pemerintah Kabupaten Jembrana juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menjaga keberlangsungan seni budaya lokal sebagai bagian penting dari identitas daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jembrana, Camat Jembrana, Lurah Dauhwaru, serta perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, bersama para undangan dan masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya festival.