Jembrana - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Negara ke-131, Pemerintah Kabupaten Jembrana menyelenggarakan Pagelaran Musik Bambu serangkaian HUT Kota Negara yang berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Gedung Kesenian Ir. Soekarno. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan yang menghadirkan nuansa budaya khas Jembrana sekaligus menjadi wujud nyata komitmen dalam melestarikan seni tradisional Bali sebagai identitas daerah.
Pagelaran tersebut menghadirkan penampilan memukau dari para seniman musik bambu yang membawakan berbagai komposisi khas Jegog dan Rindik. Alunan nada yang lahir dari instrumen bambu menggema memenuhi Gedung Kesenian Ir. Soekarno, menciptakan suasana yang khidmat, hangat, sekaligus penuh semangat kebersamaan.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Jembrana beserta Wakil Bupati Jembrana yang turut hadir memeriahkan pagelaran music bambu, Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jembrana, Para Asisten Setda,jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana, masyarakat dari berbagai kalangan, tokoh seni dan budaya, pelajar, serta para pecinta musik tradisional yang antusias memadati gedung pertunjukan.
Kehadiran mereka mencerminkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya lokal, sekaligus menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat istimewa di tengah perkembangan zaman. Tepuk tangan meriah yang mengiringi setiap penampilan menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para seniman dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Jembrana.
Diselenggarakannya Pagelaran Musik Bambu bukan sekadar sebagai hiburan serangkaian dalam perayaan HUT Kota Negara, tetapi juga memiliki makna yang lebih mendalam, yaitu memperkuat rasa cinta terhadap budaya daerah, menumbuhkan kebanggaan akan identitas Jembrana, serta mendorong generasi muda untuk terus mengenal dan melestarikan seni musik bambu.
Sepanjang jalannya pertunjukan, para pemain Jegog dan Rindik menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui permainan yang penuh kekompakan, disiplin, dan penghayatan serta pertunjukkan-pertunjukkan dan tarian-tarian yang ditampilkan dalam pagelaran music bambu. Setiap hentakan irama dan alunan melodi menggambarkan semangat gotong royong serta keharmonisan masyarakat Jembrana.
Melalui Pagelaran Musik Bambu, tidak hanya menjadi ajang sukacita bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkokoh persatuan, mengangkat potensi seni budaya lokal, dan memastikan warisan leluhur tetap hidup serta diwariskan kepada generasi penerus. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Kota Negara terus melangkah maju sebagai kota yang berkembang tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi kebanggaannya.