Pemerintahan 21 Dec 2025

Jegog Menggema Hingga Mancanegara, Jegog Spirit Fest 2025, Tampilkan Keagungan Budaya Jembrana

A

Oleh Administrator

2 Menit Baca
1 kali dilihat
Jegog Menggema Hingga Mancanegara, Jegog Spirit Fest 2025, Tampilkan Keagungan Budaya Jembrana

"Sebanyak 1.500 seniman yang tergabung dalam 75 sekaa jegog tumpah ruah unjuk kebolehan dalam ajang bergengsi Jegog Spirit Festival 2025 yang digelar di Anjungan Cerdas Mandiri (ACM) Rambut Siwi, pada ..."

Jembrana - Sebanyak 1.500 seniman yang tergabung dalam 75 sekaa jegog tumpah ruah unjuk kebolehan dalam ajang bergengsi Jegog Spirit Festival 2025 yang digelar di Anjungan Cerdas Mandiri (ACM) Rambut Siwi, pada 19–21 Desember 2025. Festival tahunan ini kembali menegaskan Jembrana sebagai rumah besar seni Jegog yang sarat nilai sejarah dan budaya.

Suasana Rambut Siwi seakan bergetar oleh dentuman khas bambu Jegog yang dimainkan secara serentak oleh para seniman. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa 

“Hari ini Jembrana bergetar bukan karena gempa, tetapi karena dentuman bambu-bambu Jegog yang dimainkan oleh para seniman kita. Ini adalah bukti bahwa Jegog masih berdenyut kuat di tengah masyarakat dan merupakan simbol kekuatan budaya lokal yang terus hidup dan berkembang.
tegas Kembang Hartawan.

Di tengah kemeriahan festival, suasana haru menyelimuti arena saat panitia menganugerahkan Lifetime Achievement Award kepada tiga tokoh kunci dalam sejarah perkembangan Jegog. Ketiganya dinilai berjasa besar dalam menjaga, mengembangkan, dan mengharumkan nama Jegog hingga lintas generasi dan mancanegara.

Adapun tokoh penerima penghargaan tersebut yakni Kiang Geliduh, pionir ansambel bambu Jegog sejak tahun 1912; Suprig, inovator yang memadukan Jegog dengan unsur tari dan silat; serta Ketut Swentra (Pekak Jegog), maestro yang berhasil membawa Jegog tampil di berbagai panggung internasional.

Sementara itu, mewakili Gubernur Bali, I Made Budi Adiana menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Jembrana dan masyarakatnya dalam menjaga dan melestarikan Jegog sebagai warisan budaya, yang kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional.

“Jegog bukan hanya milik Jembrana, tetapi juga kebanggaan Bali dan Indonesia. Festival ini menjadi ruang strategis untuk regenerasi seniman muda agar tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus globalisasi,” ujarnya.

Jegog Spirit Festival 2025 diharapkan terus menjadi agenda budaya unggulan yang tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga mendorong tumbuhnya kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi, sekaligus menjadi daya tarik budaya dan pariwisata Kabupaten Jembrana.