Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar kegiatan Evaluasi Penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026 pada Rabu, 4 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat Jimbarwana Lantai 2 Kantor Bupati Jembrana.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Kabupaten Jembrana dan dihadiri oleh Kepala Dinas PMD, PPPA, PPKB Kabupaten Jembrana, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Jembrana, Kepala Kejaksaan Negeri Jembrana, Tim Gugus Tugas (GT) KLA Kabupaten Jembrana, serta Tim GT Layak Anak.
Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) merupakan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan. Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam mengukur komitmen dan capaian daerah dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, Kabupaten Jembrana menunjukkan kemajuan signifikan dengan capaian skor verifikasi administrasi final sebesar 722,32. Nilai tersebut menempatkan Jembrana pada ambang batas kuat untuk meraih predikat Nindya, yakni kategori penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada daerah yang telah memenuhi standar tinggi dalam pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak (rentang skor 700–800).
Capaian tersebut diukur melalui lima klaster utama, meliputi penguatan kelembagaan melalui regulasi dan keterlibatan dunia usaha; pemenuhan hak sipil dan kebebasan seperti kepemilikan akta kelahiran dan akses informasi layak anak; penguatan lingkungan keluarga melalui pencegahan perkawinan anak dan penyediaan pengasuhan alternatif; peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan termasuk persalinan di fasilitas kesehatan, penanganan gizi, serta program wajib belajar 12 tahun; hingga perlindungan khusus bagi anak korban kekerasan, eksploitasi, dan anak penyandang disabilitas.
Predikat Nindya menandakan bahwa Kabupaten Jembrana telah berhasil mengintegrasikan kepentingan terbaik bagi anak dalam kebijakan pembangunan daerah, memperkuat sinergi multipihak antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, serta menunjukkan performa solid pada lima klaster utama KLA.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Jembrana tetap menyusun sejumlah rekomendasi strategis guna mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas layanan anak. Di antaranya pembentukan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang terstandarisasi, penambahan Puskesmas dengan Pelayanan Ramah Anak (PRAP) selain Puskesmas 1 Melaya, perluasan standardisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) pada jenjang PAUD/TK dan SMP, serta optimalisasi peran DRPPA dan PATBM di tingkat desa dengan menghidupkan kembali Forum Anak Desa.
Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Jembrana optimistis dapat mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal demi terciptanya generasi emas Jembrana di masa depan.