Pemerintahan 28 Sep 2026

Jembrana Perkuat Kesiapsiagaan, Waspadai Ancaman Kebakaran di Tengah Cuaca Ekstrem

A

Oleh Administrator

3 Menit Baca
10 kali dilihat
Jembrana Perkuat Kesiapsiagaan, Waspadai Ancaman Kebakaran di Tengah Cuaca Ekstrem

"Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pembakaran sampah secara sembarangan agar dihindari, termasuk mewaspadai puntung rokok yang dapat menjadi sumber api di tengah kondisi lahan yang kering."

JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran lahan dan dampak cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Jembrana. Hal tersebut menjadi salah satu penekanan dalam Apel Koordinasi yang digelar di halaman depan Kantor Bupati Jembrana, Senin (28/9/2026).

Apel koordinasi tersebut dipimpin oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana, SE., M.Si. Kegiatan dihadiri para asisten, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bidang, kepala seksi, serta seluruh staf dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Dalam arahannya, pembina apel menekankan pentingnya kesiapsiagaan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjalankan tugas membantu pimpinan daerah menjaga ketenteraman dan ketertiban umum sekaligus menegakkan peraturan daerah (perda) maupun peraturan kepala daerah (perkada).

Dijelaskan, secara kelembagaan Satpol PP terdiri atas tiga bidang dan satu sekretariat. Struktur tersebut meliputi Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah (PPUD), Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas) yang menaungi Seksi Trantib, Seksi Linmas dan pemadam kebakaran, serta satu sekretariat.

Dalam pelaksanaan tugasnya, fungsi pemadam kebakaran juga tidak sebatas melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran. Petugas turut menjalankan fungsi penyelamatan atau rescue terhadap berbagai kondisi kedaruratan di masyarakat.

Di antaranya penanganan hewan liar seperti ular, anjing yang masuk sumur, penanganan sarang tawon atau yang dikenal dengan OTTO, hingga berbagai kondisi darurat non-kebakaran lainnya.

Sementara itu, kondisi cuaca panas ekstrem yang terjadi saat ini turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Hingga saat ini tercatat lebih dari 70 kejadian kebakaran telah ditangani, dengan sebagian besar kejadian didominasi kebakaran lahan yang dipicu pembakaran sampah sembarangan dan kemudian api dibiarkan hingga merembet ke area sekitarnya.

Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pembakaran sampah secara sembarangan agar dihindari, termasuk mewaspadai puntung rokok yang dapat menjadi sumber api di tengah kondisi lahan yang kering.

Kesiapsiagaan juga menjadi perhatian mengingat luasnya wilayah pelayanan Kabupaten Jembrana, mulai dari Kecamatan Melaya hingga Pekutatan. Saat ini Satpol PP melalui pemadam kebakaran didukung dua unit armada semprot kebakaran dan dua unit truk tangki penyuplai air.

Untuk mempercepat penanganan kejadian darurat, masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan call center yang tersedia. Laporan kebakaran dapat disampaikan melalui 113, kepolisian melalui 110, sedangkan layanan BPBD dapat dihubungi melalui 117.

Melalui apel koordinasi tersebut, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jembrana diharapkan semakin siap dalam menghadapi berbagai potensi gangguan ketenteraman, ketertiban, maupun kondisi kedaruratan, sekaligus meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Kegiatan apel berlangsung tertib dan lancar serta ditutup dengan pekikan yel-yel penyemangat sebagai bentuk semangat bersama dalam menjaga keamanan dan mendukung kemajuan Kabupaten Jembrana.

Galeri Foto