Jembrana – Kejuaraan Savate Generation (SAVAGE) Volume 1 resmi digelar untuk pertama kalinya di Kabupaten Jembrana. Kegiatan yang mencapai puncaknya di GOR Kresna Jvara pada Minggu (9/8/2026) ini, menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan minat serta bakat mereka di bidang olahraga beladiri.
Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut jajaran Forkopimda Jembrana, unsur Polres Jembrana, Kodim 1617/Jembrana, Disdikpora Kabupaten Jembrana, Pembina dan Ketua Umum Savate Provinsi Bali, serta Ketua Harian KONI Kabupaten Jembrana.
Dalam sambutan Bupati Jembrana yang dibacakan oleh I KETUT ARMITA, SH, M.Si (Asisten I), pemerintah daerah mengapresiasi kejuaraan ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali persaudaraan serta menumbuhkan karakter, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah di tengah masyarakat. Olahraga Savate dinilai menuntut kemampuan fisik, teknik, konsentrasi, sekaligus pengendalian emosi diri.
"Oleh karena itu, saya berharap para atlet yang mengikuti event ini tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan fair play," pesan Asisten I mengutip sambutan Bupati, sebelum akhirnya menyatakan ajang SAVAGE Volume 1 secara resmi dibuka.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jembrana. Melalui Bapak Ketua Harian, Pak Komang, pihak KONI turut menyampaikan rasa bangga atas antusiasme kejuaraan ini dan mengapresiasi gerakan cepat cabang olahraga Savate dalam memfasilitasi semangat anak muda. Diharapkan kejuaraan ini mampu menjaring atlet berpotensi yang siap membawa nama Jembrana pada laga eksebisi di Singaraja pada tahun 2027 mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum Savate Jembrana sekaligus Ketua Panitia, Ida Bagus Ketut Wipradana, menjelaskan bahwa SAVAGE Volume 1 berlangsung selama dua hari, yakni 8–9 Agustus 2026, dengan melibatkan atlet dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Dari total 33 partai, sebanyak 25 partai merupakan pertandingan Savate dan 8 partai lainnya merupakan pertandingan tinju yang merupakan hasil kolaborasi dengan Pertina.
Dalam laporannya, Wipradana turut memperkenalkan sejarah singkat Savate. Seni bela diri yang berasal dari Perancis pada abad ke-19 ini awalnya terbentuk dari perkelahian jalanan di Paris dan teknik bertarung pelaut di Marseille. Keunikan olahraga ini terletak pada perpaduan tendangan dan teknik tinju, serta kewajiban petarungnya untuk menggunakan sepatu.
Meski terbilang baru, Savate Jembrana yang resmi terbentuk pada 21 April 2026 telah menorehkan prestasi gemilang. Mereka telah berpartisipasi dalam tiga kejuaraan bergengsi, di antaranya meraih 2 kemenangan di ajang Uluwatu Fight Night, menyabet 3 Medali Emas dan 1 Perunggu dari 4 atlet pada Surabaya Wali Kota Cup, serta meraih 3 kemenangan pada Singaraja Combat Sport.
Pihak penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Jembrana selaku pimpinan KONI, serta para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Selain itu, penyelenggaraan ajang ini juga didukung penuh oleh Dinas Kominfo Kabupaten Jembrana yang memfasilitasi penayangan live streaming, sehingga antusiasme dan keseruan pertandingan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat luas.
Menutup laporannya, pengurus Savate Jembrana turut mengucapkan selamat memperingati HUT ke-131 Kota Negara, dengan harapan agar kota ini menjadi kota yang unggul di segala bidang, khususnya olahraga. Semangat ini turut digaungkan melalui sebuah pantun penutup:
Jalan-jalan bersama Pak Kembang,
Jangan lupa mengajak Pak Ipat,
Jika atlet Jembrana ingin berkembang,
Savate Jembrana pilihan yang tepat.