Pemerintahan 30 Aug 2026

Lestarikan Tradisi Rare Angon, Pemkab Jembrana Gelar Lomba Layang-Layang 2026 di Sirkuit Pengambengan dalam rangka memeriahkan sekaligus menjadi penutup HUT Kota Negara ke-131

A

Oleh Administrator

2 Menit Baca
Lestarikan Tradisi Rare Angon, Pemkab Jembrana Gelar Lomba Layang-Layang 2026 di Sirkuit Pengambengan dalam rangka memeriahkan sekaligus menjadi penutup HUT Kota Negara ke-131

"Seluruh layang-layang yang dilombakan berbahan kain, kecuali satu jenis layang-layang ciri khas Jembrana yang sangat digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa, yaitu layang-layang "Cotek Blolong" berbahan plastik yang menjadi ikon masyarakat setempat."

JEMBRANA - Kegiatan Lomba Layang-Layang dalam rangka rangkaian Hari Ulang Tahun Kota Negara ke-131 resmi diselenggarakan di Sirkuit All in One Pengambengan pada hari Minggu, 30 Agustus 2026. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Bupati Jembrana (Kadis Pariwisata dan Kebudayaan), jajaran pimpinan daerah, Kapolres Jembrana, para kepala dinas/badan lingkup pemerintah kabupaten, camat negara, serta kepala desa Pengambengan.

Event yang diinisiasi bersama Komunitas Pelayang Jembrana di bawah naungan Pelangi Kabupaten Jembrana ini diikuti oleh 178 sekaa (kelompok) layang-layang dari berbagai kabupaten. Rincian peserta meliputi 7 sekaa dari Kabupaten Badung, 5 sekaa dari Kota Denpasar, 4 sekaa dari Tabanan, dan 6 sekaa dari Pedungan, dengan total 13 kategori lomba yang dipertandingkan.

Seluruh layang-layang yang dilombakan berbahan kain, kecuali satu jenis layang-layang ciri khas Jembrana yang sangat digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa, yaitu layang-layang "Cotek Blolong" berbahan plastik yang menjadi ikon masyarakat setempat.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Bupati Jembrana menekankan pentingnya mempertahankan tradisi melayangan atau rare angon. Sirkuit All in One Pengambengan sendiri dipilih karena telah diakui oleh komunitas pelayang Bali sebagai lokasi dengan angin yang sangat stabil.

Pemerintah Kabupaten Jembrana memberikan dukungan penuh berupa dana pelaksanaan sebesar Rp40 juta demi mempertahankan tradisi budaya ini sekaligus mengangkat sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Acara secara resmi dibuka melalui prosesi simbolis penerbangan layang-layang seri A (Cotek Blolong). Penjurian lomba dilakukan secara independen oleh juri profesional yang didatangkan dari luar daerah, seperti Denpasar, guna memastikan penilaian yang objektif.

Rangkaian lomba layang-layang ini sekaligus menjadi penutup dari seluruh perhelatan HUT Kota Negara ke-131, yang diharapkan dapat terus menjadi agenda ikonik dan berkelanjutan di Kabupaten Jembrana.

Galeri Foto