Jembrana - Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan adat dan budaya Bali melalui pelaksanaan metatah massal, yang merupakan salah satu dari 24 program unggulan Pemkab Jembrana di bawah kepemimpinan Bupati I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati Ipat.
Kegiatan metatah massal ini berlangsung di Wantilan Pura Rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin, pada Sabtu, 20 Desember 2024. Acara tersebut dihadiri oleh Forkompimda kabupaten Jembrana, para Bendesa Adat se-Kabupaten Jembrana, para sulinggih dan pemangku,Ketua PHDI Jembrana, , serta masyarakat yang hadir mengikuti jalannya acara tersebut.
Sebanyak 286 peserta mengikuti rangkaian kegiatan ini, yang terdiri dari 104 peserta metatah massal, 58 peserta metutug kelihan, 139 peserta mepetik atau metelu bulanan, serta 99 peserta pemarisudamala. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gratis tanpa dipungut biaya, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat.
Meski demikian, para peserta diwajibkan membawa satu banten pejati per kepala keluarga serta tirta merajan masing-masing sebagai bagian dari kelengkapan upacara.
Dalam sambutannya, Bupati Jembrana menyampaikan bahwa pelaksanaan metatah massal ini bertujuan untuk meringankan beban biaya masyarakat, sekaligus memastikan seluruh umat Hindu dapat melaksanakan upacara yadnya dengan layak dan khidmat. Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar.
Melalui program ini, Pemkab Jembrana berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual masyarakat Jembrana.