Pemerintahan 02 Oct 2026

Pelaksanaan Uji Coba Jaringan Siaga Melaya dan Simulasi Pemadaman Kebakaran di Kantor Camat Melaya

A

Oleh Administrator

4 Menit Baca
5 kali dilihat
Pelaksanaan Uji Coba Jaringan Siaga Melaya dan Simulasi Pemadaman Kebakaran di Kantor Camat Melaya

"Jaringan Siaga Melaya (JAGA MELAYA) merupakan program inisiatif berbasis kewilayahan yang digagas dan dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Melaya bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Jembrana serta komunitas relawan lokal."

Jaringan Siaga Melaya (JAGA MELAYA) merupakan program inisiatif berbasis kewilayahan yang digagas dan dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Melaya bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Jembrana serta komunitas relawan lokal.

Sebagai bagian dari uji coba pelaksanaan Jaringan Siaga Melaya (JAGA MELAYA), dilaksanakan Simulasi Bencana Kebakaran di Kecamatan Melaya pada hari Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan kapasitas sistem tanggap darurat, serta mengoptimalkan upaya mitigasi bencana secara terpadu dan berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Jembrana yang hadir mewakili Bupati Jembrana sekaligus bertindak sebagai mentor program. Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jembrana, Camat Melaya, Sekretaris Camat Melaya beserta jajaran, Kapolsek Melaya, Danramil Melaya, perwakilan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, perwakilan Kepala Dinas Satpol PP (unsur Pemadam Kebakaran), Sekretaris BPBD Kabupaten Jembrana, Perbekel dan Lurah se-Kecamatan Melaya, personel Polsek dan Koramil Melaya, unsur PLN, PDAM, serta para tokoh masyarakat dan Pecalang.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Kecamatan Melaya yang memiliki cakupan wilayah luas dengan tingkat potensi kerawanan bencana cukup tinggi, seperti ancaman kebakaran bangunan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam penanganan situasi darurat, kecepatan penyampaian informasi serta ketepatan penanganan awal menjadi faktor krusial untuk meminimalisasi risiko kerugian materiil dan menyelamatkan jiwa. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Aksi Perubahan (RAP) Off Campus pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IV BKPSDM Provinsi Bali yang dirancang oleh Sekcam Melaya, Kadek Ariantana, guna membangun alur komunikasi dan mitigasi bencana yang cepat dan terintegrasi di wilayah Kecamatan Melaya.

Rangkaian uji coba dan simulasi ini dirancang untuk mencapai tiga sasaran utama, yaitu memastikan keandalan serta kesiapan sistem Jaringan Siaga Melaya dalam merespons kejadian darurat, menguji efektivitas alur koordinasi terpadu lintas sektoral, serta memberikan pembekalan dan pelatihan teknis pemadaman kebakaran.

Dalam sesi pemaparan materi, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jembrana menekankan peran krusial teknologi dalam transformasi penyebaran informasi kebencanaan, mulai dari penggunaan kentongan konvensional, sirene, hingga teknologi modern berbasis telepon genggam dan pesan instan. Beliau menjelaskan bahwa Dinas Kominfo turut memfasilitasi dan mendukung penuh pemanfaatan infrastruktur teknologi dalam proyek perubahan Siaga Melaya, khususnya penggunaan platform WhatsApp yang paling akrab di masyarakat guna percepatan penanganan darurat di tingkat lokal. Selain itu, Kadis Kominfo menyampaikan komitmen daerah dalam menyiapkan layanan panggil darurat terpadu Layanan 112 (NTE 112) sebagai single number darurat daerah yang dilengkapi fitur geotagging otomatis berbasis lokasi pelapor, integrasi dengan panggilan darurat kepolisian (110), serta dukungan teknis lini belakang (back-end) dari tim Dinas Kominfo untuk menjamin keberlanjutan dan keandalan sistem.

Selanjutnya, pemaparan materi disampaikan oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Jembrana memaparkan materi bertajuk "Membangun Ketangguhan dan Mengurangi Risiko Bencana" dengan menekankan bahwa ketangguhan bencana harus diupayakan mulai dari tingkat individu, keluarga, hingga desa. BPBD memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan proyek Uji Coba Jaringan Siaga Melaya agar ke depannya dapat direplikasi serta diterapkan di kecamatan-kecamatan lain se-Kabupaten Jembrana. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya pelaksanaan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang pada tahun 2026 ini didorong pelaksanaannya di Desa Tuwed dan Desa Candikusuma.

Sesi pemaparan dilanjutkan oleh perwakilan Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jembrana selaku Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). Dalam peragaannya, beliau menyampaikan materi teknis mengenai "Penanganan Api Awal dalam Kehidupan Sehari-hari". Beliau mengungkapkan bahwa penyebab utama kebakaran umumnya dipicu oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai informasi keselamatan, kelalaian manusia, faktor ODGJ, sabotase/kesengajaan, tindakan hewan, hingga faktor alam seperti erupsi gunung berapi yang dapat memicu kebakaran hutan di sekitarnya.

Berdasarkan data operasional Damkarmat Kabupaten Jembrana, sepanjang periode Januari hingga September tahun 2026 telah mencatat sebanyak 72 kejadian kebakaran, di mana rata-rata 75 persen di antaranya merupakan kebakaran lahan, hutan, dan sampah, sedangkan sisanya adalah kebakaran rumah tinggal. Khusus pada bulan September 2026 saja tercatat ada 17 kejadian, dengan puncaknya terjadi pada tanggal 25 September di mana terdapat 5 kejadian kebakaran lahan dalam kurun waktu satu hari. Selain penanganan kebakaran, Damkarmat Jembrana selama 4 tahun terakhir juga rutin menangani evakuasi hewan liar bahaya seperti ular dan sarang tawon yang kerap mengancam keselamatan warga. Untuk mengantisipasi bahaya kebakaran, Kasi Damkarmat menyampaikan beberapa poin edukasi penting bagi masyarakat

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi Uji Coba Jaringan Siaga Melaya dan Simulasi Pemadaman Kebakaran oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Jembrana mewakili Bupati Jembrana, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama, serta ditutup dengan sesi foto bersama seluruh jajaran undangan dan peserta.

Melalui penyelenggaraan uji coba jaringan dan simulasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan serta elemen masyarakat Kecamatan Melaya semakin solid dan tanggap dalam menghadapi potensi bencana, demi mewujudkan Kabupaten Jembrana yang aman, siaga, dan resilien.

Galeri Foto