Pemerintahan 24 Sep 2026

Pemkab Jembrana dan Kementan Terapkan PMAAS, Panen Padi Subak Tibubeleng Tembus 12,5 Ton per Hektar

A

Oleh Administrator

3 Menit Baca
14 kali dilihat
Pemkab Jembrana dan Kementan Terapkan PMAAS, Panen Padi Subak Tibubeleng Tembus 12,5 Ton per Hektar

"Berdasarkan pengujian ubinan langsung di lapangan yang dilakukan secara kolaboratif bersama Badan Pusat Statistik (BPS), perlakuan paket lengkap PMAAS mampu mendongkrak hasil panen dari rata-rata 7 ton per hektar menjadi 10 hingga 11 ton per hektar. Bahkan pada alokasi benih hibrida (PMAAS Plus), hasil produksi tercatat menembus angka 12,5 ton per hektar."

JEMBRANA, BALI — Pemerintah Kabupaten Jembrana bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar Panen Padi Bersama sekaligus piloting penerapan teknologi Precision Modern Agriculture Advanced System (PMAAS) di Balai Subak Tibubeleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kamis (24/9/2026).

Inovasi berbasis teknologi presisi ini terbukti ampuh meningkatkan produktivitas panen secara signifikan sekaligus mendongkrak pendapatan kotor maupun keuntungan bersih para petani lokal.

Mendorong Efisiensi dan Produktivitas TinggiPenerapan teknologi PMAAS mengombinasikan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, pemupukan presisi, hingga varietas benih unggul hibrida.

Berdasarkan pengujian ubinan langsung di lapangan yang dilakukan secara kolaboratif bersama Badan Pusat Statistik (BPS), perlakuan paket lengkap PMAAS mampu mendongkrak hasil panen dari rata-rata 7 ton per hektar menjadi 10 hingga 11 ton per hektar. Bahkan pada alokasi benih hibrida (PMAAS Plus), hasil produksi tercatat menembus angka 12,5 ton per hektar.

Dari kalkulasi analisis usahatani, meskipun investasi pemeliharaan awal mengalami penyesuaian sekitar 15 persen, peningkatan produktivitas yang mencapai 50 persen mampu memberikan lonjakan keuntungan bersih hingga 60 persen bagi petani.

Dihadiri Jajaran Pejabat Pusat dan Daerah Kegiatan panen raya secara simbolis yang menggunakan alsintan combine harvester ini dihadiri langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M., Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BSIP) Kementan RI Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc., serta Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P.

Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Jembrana, Staf Ahli Gubernur Bali, Kepala Dinas Pertanian dari 9 Kabupaten/Kota se-Bali, BWS Bali-Penida, BPS Jembrana, Stasiun Klimatologi Bali, akademisi Universitas Udayana, Perum BULOG, PT Pupuk Indonesia, serta para pekaseh dan kelompok tani penerima manfaat.

Komitmen Modernisasi Pertanian DaerahDalam sambutannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas kepercayaan menjadikan Kabupaten Jembrana sebagai lokasi percontohan modernisasi skala luas. "Panen hari ini bukan sekadar momen kebahagiaan setelah melewati proses panjang pengolahan lahan, tetapi membuktikan bahwa teknologi PMAAS memberikan manfaat nyata. Keberhasilan modernisasi tidak hanya diukur dari canggihnya alat, melainkan dari seberapa besar peningkatan ekonomi yang dirasakan langsung oleh petani. Kami mengajak kelompok Subak untuk terus beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan kearifan lokal," ujar Bupati Kembang.

Beliau juga menekankan pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai garda terdepan untuk mendampingi petani agar teknologi presisi ini terus diterapkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BRMP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa menegaskan bahwa kepastian data ubinan bersama BPS menjadi bukti konkret efektivitas formulasi pemupukan berimbang dan alsintan presisi dalam mendukung ketercapaian swasembada pangan nasional.

Galeri Foto