Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif, khususnya industri film, melalui kegiatan Workshop Peluncuran dan Diskusi Film Folklore Jembrana 2026 yang dirangkaikan dengan nonton bareng Bioskop Bisik Tahun 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jembrana, perwakilan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, para narasumber, serta para pegiat film dan ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jembrana menegaskan bahwa industri film merupakan salah satu subsektor penting dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Jembrana. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal kebangkitan ekonomi kreatif di daerah, sekaligus mampu mendukung subsektor lain yang telah berkembang, seperti kuliner, seni pertunjukan, kriya, fotografi, dan fesyen.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan ekosistem kreatif. “Pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun creative hub sebagai wadah bagi insan-insan kreatif agar dapat mengembangkan talenta dan kreativitasnya,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Jembrana akan terus diarahkan pada penguatan potensi budaya lokal dengan mengedepankan tiga prinsip utama, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Upaya tersebut sejalan dengan visi mewujudkan Jembrana sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali.
Melalui forum diskusi ini, para peserta juga diajak untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk terus belajar dan berkembang. “Jangan sia-siakan kesempatan yang ada, manfaatkan setiap peluang untuk belajar dan jadilah penulis cerita hidupmu sendiri,” pesannya sebelum secara resmi membuka kegiatan.
Dengan mengusung semangat slogan “Demi Jembrana Pasti Bisa”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan masyarakat dalam membangun Jembrana yang maju, harmonis, dan bermartabat berbasis budaya lokal.