Pemerintahan 13 Mar 2026

Pemkab Jembrana Gelar Rapat Koordinasi dan Konsolidasi untuk Menyelaraskan Arah Pembangunan Daerah

A

Oleh Administrator

6 Menit Baca
1 kali dilihat
Pemkab Jembrana Gelar Rapat Koordinasi dan Konsolidasi untuk Menyelaraskan Arah Pembangunan Daerah

"Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jembrana menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pembangunan Kabupaten Jembrana sebagai upaya m..."

Jembrana - Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jembrana menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pembangunan Kabupaten Jembrana sebagai upaya memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Kabupaten Jembrana. Rapat koordinasi dan konsolidasi ini menghadirkan berbagai unsur pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, mulai dari unsur pemerintah daerah, Forkopimda, lembaga vertikal, hingga unsur masyarakat.

Rapat koordinasi dan konsolidasi ini merupakan forum strategis yang bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman, langkah, serta kebijakan antar instansi dan pemangku kepentingan dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Jembrana.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya memperkuat komitmen bersama antar seluruh komponen pembangunan agar dapat bekerja secara terkoordinasi, efektif, dan efisien. Forum ini juga menjadi ruang diskusi dan pertukaran informasi terkait berbagai program pembangunan, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan untuk mempercepat pembangunan daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan sekaligus merumuskan perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan di masa yang akan datang.

Dalam sambutannya, Bupati Jembrana menyampaikan bahwa kegiatan rapat koordinasi dan konsolidasi ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antar seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan daerah.

Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kondisi yang sedang terjadi di Kabupaten Jembrana saat ini, sekaligus sebagai upaya untuk mempertimbangkan secara matang berbagai kemungkinan yang akan dihadapi pada masa mendatang.

Lebih lanjut disampaikan bahwa melalui forum ini diharapkan seluruh pihak dapat menyamakan persepsi serta merumuskan arah dan langkah strategis pembangunan Kabupaten Jembrana ke depan, sehingga setiap program dan kebijakan yang dilaksanakan dapat berjalan secara sinergis dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kegiatan ini turut dihadirkan sejumlah narasumber yang memberikan paparan terkait berbagai program strategis dan perkembangan pembangunan di Kabupaten Jembrana.

Dandim 1617/Jembrana menyampaikan arahan terkait sejumlah program strategis nasional dan daerah, di antaranya Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu juga disampaikan rencana pembangunan Jembatan Garuda serta penyiapan lahan untuk Yon TP. Program-program tersebut diharapkan dapat memperkuat perekonomian desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan dan keamanan wilayah.

Selanjutnya, Kapolres Jembrana menyampaikan arahan terkait kesiapan pengamanan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam paparannya disampaikan berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul, baik yang bersumber dari isu global, isu nasional, maupun isu lokal, serta langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jembrana, Dr. Wayan Putrawan, memaparkan kondisi makro ekonomi Kabupaten Jembrana, termasuk baseline makro sosial ekonomi tahun 2025 serta peta jalan pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Kabupaten Jembrana. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi daerah serta potensi pengembangan yang dapat dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan ke depan.

Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan memaparkan progres pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan yang merupakan salah satu proyek strategis di Kabupaten Jembrana. Pengembangan pelabuhan ini dirancang sejalan dengan kebijakan ekonomi biru, yang bertujuan untuk mendorong sektor kelautan dan perikanan yang maju, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem laut.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, Bapak Budi Santika, memaparkan rencana pembangunan Sekolah Widyalaya di Desa Penyaringan. Sekolah ini merupakan lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Hindu, yang diharapkan dapat memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan dan budaya di Kabupaten Jembrana.

Selanjutnya, Direksi Perusahaan Umum Daerah Kerta Bali Saguna Pemerintah Provinsi Bali, Bapak Nyoman Kami Artana, S.T., M.Si., memaparkan perkembangan Proyek Strategis Kerthi Bali Semesta (KBS) di wilayah Persil Pekutatan. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan terpadu yang mencakup berbagai fasilitas, antara lain KBS Park yang meliputi theme park dan water park, kawasan hunian dan komersial seperti hotel, fasilitas MICE, serta sport hub. Selain itu juga direncanakan pembangunan riverscape villas, pusat riset dan pengembangan (RDE), serta golf course dan golf villa yang diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Bali bagian barat.

Paparan berikutnya disampaikan oleh Kepala KPH Bali Barat, Agus Sugianto, yang menjelaskan kondisi terkini kawasan hutan di wilayah Bali Barat serta rencana investasi yang akan dikembangkan oleh UPTD KPH Bali Barat Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Salah satu rencana pengembangan yang disampaikan adalah investasi sport tourism berupa polo berkuda di Kecamatan Melaya, yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Dari sisi infrastruktur energi, Kepala PT PLN (Persero) ULP Negara, Bapak Made Dwipayana, menyampaikan kesiapan PLN dalam mendukung kebutuhan kelistrikan di Kabupaten Jembrana. PLN berkomitmen untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan guna mendukung berbagai proyek pembangunan dan investasi yang sedang direncanakan, termasuk pengembangan PPN Pengambengan, proyek Kerthi Bali Semesta, serta pengembangan kawasan golf dan resort di Pekutatan.

Selain itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati Kabupaten Jembrana, Bapak I Gede Puriawan, juga memaparkan kesiapan PDAM dalam memenuhi kebutuhan air bersih, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun kebutuhan sektor industri dan pariwisata yang akan berkembang seiring dengan berbagai rencana investasi di Kabupaten Jembrana.

Rapat koordinasi dan konsolidasi ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Jembrana, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Jembrana, unsur Forkopimda, perwakilan Pengadilan Negeri Negara, Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, serta seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Selain itu, hadir pula Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jembrana, Ketua GOW Kabupaten Jembrana, para camat, unsur Forkopimcam, para lurah dan perbekel, Majelis Alit, Bendesa Adat, Tim Penggerak PKK desa/kelurahan se-Kabupaten Jembrana, serta para kepala lingkungan, kelian banjar, dan tokoh masyarakat.

Melalui pelaksanaan rapat koordinasi dan konsolidasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat memiliki pemahaman yang sama mengenai arah pembangunan Kabupaten Jembrana ke depan. Sinergi dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang maju, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jembrana.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam memperkuat komitmen bersama untuk terus mendorong percepatan pembangunan daerah serta memastikan bahwa setiap program dan kebijakan yang dilaksanakan dapat berjalan secara efektif, terarah, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.