Pemerintahan 04 Dec 2025

Pemkab Jembrana Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

A

Oleh Administrator

2 Menit Baca
1 kali dilihat
Pemkab Jembrana Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

"Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana yang diwakili oleh Kepala Pelaksana BPBD Jembrana secara resmi membuka Rapat Pembahasan Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi di Ruang Rapat Ka..."

Jembrana – Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana yang diwakili oleh Kepala Pelaksana BPBD Jembrana secara resmi membuka Rapat Pembahasan Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi di Ruang Rapat Kantor Bappeda Jembrana pada Kamis, 4 Desember 2025. Kegiatan ini digelar sebagai langkah responsif terhadap informasi terbaru dari BMKG mengenai meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah Jembrana.

Dalam sambutannya, Kalaksa BPBD Jembrana menekankan pentingnya sinergi lintas instansi serta kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, terutama mengingat prediksi intensitas curah hujan yang meningkat. Ia juga menyampaikan bahwa Posko Siaga Bencana telah diaktifkan sejak 1 Desember 2025 guna mempercepat koordinasi penanganan darurat agar dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terarah.

Rapat ini turut dihadiri oleh Perwakilan Kodim 1617/Jembrana, Kapolres Jembrana, serta BMKG Jembrana. Perwakilan Kodim 1617/Jembrana menegaskan komitmen TNI untuk memperkuat pengamanan wilayah melalui penambahan personel serta pelaksanaan patroli di titik rawan bencana dan kamtibmas. Kodim juga mendorong peningkatan sosialisasi kepada masyarakat desa melalui kolaborasi dengan pemerintah desa.

Sementara itu, Kapolres Jembrana memberikan arahan terkait langkah antisipasi menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, meliputi peningkatan deteksi dini, respons cepat, penguatan jalur evakuasi, serta penyampaian informasi cuaca yang mudah dipahami masyarakat. Ia menekankan pentingnya soliditas lintas instansi agar potensi gangguan bencana maupun keamanan dapat ditangani secara tepat dan humanis.

BMKG Jembrana turut memaparkan kondisi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, serta perkembangan peringatan dini cuaca ekstrem. Selain itu, BMKG menyampaikan hasil monitoring awal musim hujan 2025/2026 di Provinsi Bali yang menunjukkan pola curah hujan dan dinamika atmosfer yang berpotensi memengaruhi Jembrana.

Melalui rapat ini, diharapkan seluruh instansi semakin solid, masyarakat kian waspada, dan penanganan potensi bencana di Jembrana dapat berlangsung cepat, tepat, dan terkoordinasi demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.