Pemerintahan 23 Sep 2026

Penguatan Peran Keluarga dan Partisipasi Anak Jadi Fokus Pembangunan di Jembrana

A

Oleh Administrator

3 Menit Baca
36 kali dilihat
Penguatan Peran Keluarga dan Partisipasi Anak Jadi Fokus Pembangunan di Jembrana

"Salah satu langkah yang terus didorong adalah Gerakan SatuJamKu (Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga). Gerakan ini mendorong orang tua dan anak menyediakan waktu berkualitas untuk berinteraksi secara langsung, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap gawai atau screen time sekaligus memperkuat komunikasi dan kelekatan emosional dalam keluarga."

JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus memperkuat upaya pemenuhan hak anak melalui penguatan peran keluarga serta peningkatan partisipasi anak dalam proses pembangunan. Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Lantai II Jimbarwana, Pemkab Jembrana, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. I Wayan Eka Wijaya, S.Ked., MAP., selaku Penyuluh Sosial Ahli Muda Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Bali, bersama Kepala Bidang PPPA Kabupaten Jembrana, Ni Made Candrawati, SKM., MAP., serta Ketua Forum Anak Daerah Kabupaten Jembrana, Angelina Dyah Putri Paramitha.

Pertemuan membahas strategi Pemenuhan Hak Anak (PHA) melalui penguatan fungsi pengasuhan keluarga sekaligus mendorong peningkatan Partisipasi Anak dalam Proses Pembangunan (PAProP) di Kabupaten Jembrana.

Dalam pemaparannya, Dr. I Wayan Eka Wijaya menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Penguatan kapasitas orang tua dan keluarga dinilai penting untuk menghadapi berbagai isu strategis yang berkaitan dengan anak, mulai dari pencegahan tindak kekerasan, pencegahan perkawinan anak, kesehatan mental, hingga tantangan pengasuhan di tengah perkembangan teknologi digital.

Salah satu langkah yang terus didorong adalah Gerakan SatuJamKu (Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga). Gerakan ini mendorong orang tua dan anak menyediakan waktu berkualitas untuk berinteraksi secara langsung, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap gawai atau screen time sekaligus memperkuat komunikasi dan kelekatan emosional dalam keluarga.

“Pengasuhan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan anak, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi, kedekatan, dan lingkungan yang mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” demikian penekanan dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ni Made Candrawati, SKM., MAP., menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk terus mengintegrasikan indikator Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) ke dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.

Penguatan berbagai layanan pendukung bagi keluarga dan anak juga menjadi perhatian, salah satunya melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Layanan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah edukasi, konsultasi, dan konseling bagi masyarakat dalam membangun pola pengasuhan yang positif dan berbasis pemenuhan hak anak.

Di sisi lain, keterlibatan anak dalam pembangunan juga terus didorong melalui Forum Anak Daerah. Partisipasi anak diharapkan tidak sekadar menjadi pelengkap dalam berbagai kegiatan, tetapi menjadi bagian dari proses pembangunan melalui penyampaian aspirasi, gagasan, serta kebutuhan anak yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.

Melalui penguatan peran keluarga dan partisipasi anak tersebut, Pemkab Jembrana berkomitmen menciptakan lingkungan yang semakin ramah, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus mewujudkan pembangunan daerah yang memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak.

Galeri Foto