Pemerintahan 02 Aug 2026

Peringati HUT IDI ke-76, RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah dan Prodia Tabanan Edukasi Pencegahan serta Deteksi Dini Kanker Serviks di Jembrana

A

Oleh Administrator

4 Menit Baca
Peringati HUT IDI ke-76, RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah dan Prodia Tabanan Edukasi Pencegahan serta Deteksi Dini Kanker Serviks di Jembrana

"Melalui kolaborasi antara RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah dan Prodia Cabang Tabanan, peringatan HUT IDI ke-76 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran perempuan akan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kanker serviks guna mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas."

JEMBRANA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-76, RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah bekerja sama dengan Prodia Cabang Tabanan menggelar edukasi kesehatan bertajuk "Kupas Tuntas Pencegahan dan Penanganan Kanker Serviks" di Ballroom Gedung Kesenian Bung Karno, Kabupaten Jembrana, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kaum perempuan, mengenai pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kanker serviks. Acara dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana, serta dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Jembrana.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menekan angka kejadian kanker serviks melalui edukasi yang berkelanjutan, vaksinasi, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Hadirkan Pakar di Bidang Onkologi dan Patologi Anatomi

Kegiatan edukasi menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu:

- dr. Kade Yudi Saspriyana, M.Biomed., Sp.OG., Subsp. Onk, yang memaparkan materi mengenai gambaran umum, faktor risiko, pencegahan, hingga perkembangan penanganan kanker serviks, termasuk pentingnya vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan primer.

- dr. Ni Ketut Ari Widhiasih, M.Biomed., Sp.PA, yang menjelaskan pentingnya pemeriksaan Pap Smear sebagai metode deteksi dini untuk menemukan perubahan sel pra-kanker sebelum berkembang menjadi kanker serviks.

- Nur Ainsyah Oktavia, S.Si., M.M., yang memperkenalkan pemeriksaan HPV-DNA Co-testing sebagai teknologi diagnostik yang lebih akurat dalam mendeteksi infeksi Human Papillomavirus (HPV).

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan dipandu oleh dr. I Putu Gilang Iswara Wijaya, Sp.OG selaku moderator. Puluhan peserta yang terdiri dari masyarakat umum, kader kesehatan, serta organisasi perempuan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kasus Kanker Serviks di Jembrana Didominasi Usia Produktif

Dalam pemaparannya, tim medis juga menyampaikan data insiden kanker serviks berdasarkan kasus yang tercatat di RSU Negara sepanjang tahun 2025. Kelompok usia 41–50 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan persentase 40,5 persen, disusul usia 51–60 tahun sebesar 21,6 persen, usia di atas 60 tahun sebesar 18,9 persen, usia 31–40 tahun sebesar 10,8 persen, dan usia 20–30 tahun sebesar 8,1 persen.

Data tersebut juga menunjukkan adanya pasien termuda yang terdiagnosis kanker serviks pada usia 22 tahun. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kanker serviks dapat menyerang perempuan pada usia produktif sehingga upaya pencegahan dan deteksi dini perlu dilakukan sedini mungkin.

Deteksi Dini Menjadi Kunci Pencegahan

Para narasumber menjelaskan bahwa infeksi HPV tidak serta-merta berkembang menjadi kanker serviks. Penyakit ini melalui beberapa tahapan, mulai dari displasia ringan,7 displasia sedang, displasia berat, hingga karsinoma in situ (stadium 0). Proses tersebut dapat berlangsung selama 3 hingga 17 tahun.

Rentang waktu tersebut memberikan peluang yang sangat besar bagi perempuan untuk melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan Pap Smear maupun HPV-DNA Co-testing. Apabila kelainan ditemukan pada tahap awal, penanganan dapat dilakukan sehingga perkembangan menjadi kanker serviks dapat dicegah.

Edukasi Mengenai Terapi Dialisis

Selain membahas kanker serviks, peserta juga memperoleh edukasi mengenai terapi dialisis sebagai salah satu penanganan bagi pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Materi yang disampaikan meliputi dua metode utama, yaitu hemodialisis, yang menggunakan mesin penyaring darah di luar tubuh, serta dialisis peritoneal, yang memanfaatkan selaput rongga perut sebagai media penyaringan limbah dan cairan berlebih.

Wujud Komitmen Meningkatkan Kesehatan Perempuan

Melalui kolaborasi antara RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah dan Prodia Cabang Tabanan, peringatan HUT IDI ke-76 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran perempuan akan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kanker serviks guna mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas.

Galeri Foto