JEMBRANA – Penguatan ketahanan pangan, fasilitasi kebutuhan petani dan nelayan, serta penanganan rabies menjadi sejumlah isu strategis yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Putu Eka Arta, S.T., M.Si. saat bertindak sebagai pembina Apel Koordinasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana, Senin (5/10/2026).
Apel yang berlangsung di depan Kantor Bupati Jembrana tersebut dihadiri para kepala perangkat daerah, kepala bagian, pejabat administrator, pejabat fungsional, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jembrana.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan 33 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang bertugas di Kabupaten Jembrana. Meski kini telah beralih status menjadi pegawai pusat di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia, para PPL tetap memiliki peran strategis dalam mendampingi petani, kelompok ternak, dan subak di masing-masing kecamatan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
Selain itu, Pemkab Jembrana juga terus memberikan kemudahan bagi petani dan nelayan dalam memperoleh rekomendasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Masyarakat yang membutuhkan fasilitasi tersebut dapat berkoordinasi dengan kantor desa setempat, dengan pendampingan PPL sesuai wilayah masing-masing.
Terkait upaya pengendalian rabies, disampaikan bahwa Kabupaten Jembrana masih menghadapi tantangan dengan 29 dari total 51 desa/kelurahan yang masuk dalam kategori zona merah rabies. Untuk itu, seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran pemilik Hewan Penular Rabies (HPR) agar segera melakukan vaksinasi rabies.
Vaksinasi dapat dilakukan melalui koordinasi dengan petugas di desa maupun petugas medik veteriner setempat sebagai langkah penting dalam melindungi kesehatan hewan sekaligus mencegah penularan rabies kepada manusia.
Pada kesempatan tersebut, turut disampaikan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui penyaluran bantuan hibah barang dan peralatan usaha bagi kelompok tani, peternak, dan nelayan sepanjang tahun 2026. Bantuan yang telah disalurkan meliputi alat tangkap ikan, bibit sapi, kambing, ayam, hingga babi. Program bantuan tersebut direncanakan akan terus berlanjut melalui anggaran perubahan tahun 2026.
Menutup arahannya, pembina apel mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama memanjatkan doa agar dampak musim kemarau dan kekeringan yang tengah dirasakan masyarakat dapat segera berlalu, sehingga hujan segera turun dan aktivitas pertanian serta kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik.
Melalui Apel Koordinasi ini, diharapkan berbagai informasi dan langkah strategis yang disampaikan dapat menjadi perhatian bersama sekaligus memperkuat sinergi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kesehatan dan keamanan lingkungan.