Pemerintahan 11 May 2026

Pimpin Apel Pagi, Kaban Kesbangpol Jembrana Soroti Ancaman Narkoba Gaya Baru dan Pengawasan WNA

A

Oleh Administrator

3 Menit Baca
Pimpin Apel Pagi, Kaban Kesbangpol Jembrana Soroti Ancaman Narkoba Gaya Baru dan Pengawasan WNA

"Fokus krusial lain yang dibahas adalah peningkatan kewaspadaan nasional. Mengingat Jembrana adalah salah satu dari tiga kabupaten di Bali yang belum memiliki Badan Narkotika Nasional tingkat Kabupaten (BNNK), Pemkab saat ini tengah bersiap merealisasikan pembentukan lembaga tersebut. Dukungan penuh telah diberikan oleh Bupati Jembrana dengan menyediakan fasilitas kantor di area Gedung Bung Karno. Melalui apel tersebut, seluruh ASN dan masyarakat diimbau untuk melaporkan pengguna atau pecandu narkoba agar bisa mendapatkan fasilitas rehabilitasi secara gratis tanpa diproses hukum, demi memutus rantai kriminalitas. Kewaspadaan terhadap modus peredaran narkoba gaya baru, seperti yang dikemas dalam bentuk cairan vape maupun permen, turut menjadi perhatian serius."

Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana menyelenggarakan kegiatan Apel Koordinasi pada Senin, 11 Mei 2026, bertempat di depan Kantor Bupati Jembrana. Apel pagi ini dipimpin secara langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jembrana, I Md. Leo Agus Jaya, S.Sos., M.Si., dan diikuti oleh jajaran Sekretariat Daerah, pimpinan OPD, pejabat administrasi, fungsional, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jembrana.

Kegiatan rutin ini dilaksanakan sebagai wadah penyampaian informasi strategis terkait program-program pemerintahan, sekaligus penguatan koordinasi antarlembaga. Dalam arahannya, pembina apel memaparkan sejumlah kebijakan lintas sektor, dimulai dari percepatan program digitalisasi bantuan sosial (Bansos). Terkait hal ini, para kepala OPD diinstruksikan untuk segera membentuk tim pendamping guna kelancaran program tersebut. Selain itu, ditekankan pula kewajiban bagi seluruh ASN yang belum melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk segera berkumpul di Dinas Kominfo pasca-apel agar bisa difasilitasi langsung oleh petugas Disdukcapil.

Lebih lanjut, Kaban Kesbangpol menyampaikan berbagai capaian positif di bidang kesatuan bangsa. Kabupaten Jembrana berhasil mencetak prestasi membanggakan melalui seleksi Paskibraka tahun 2026, di mana 10 perwakilan Jembrana (5 putra dan 5 putri) berhasil lolos ke tingkat Provinsi Bali, dan satu siswa putra sukses melangkah hingga ke tingkat nasional. Di bidang politik dalam negeri, Pemkab juga telah menyelesaikan penyaluran dana hibah kepada partai politik senilai Rp 6.000 per suara sah, serta terus mengimbau seluruh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) untuk mendaftarkan legalitas kelembagaannya.

Fokus krusial lain yang dibahas adalah peningkatan kewaspadaan nasional. Mengingat Jembrana adalah salah satu dari tiga kabupaten di Bali yang belum memiliki Badan Narkotika Nasional tingkat Kabupaten (BNNK), Pemkab saat ini tengah bersiap merealisasikan pembentukan lembaga tersebut. Dukungan penuh telah diberikan oleh Bupati Jembrana dengan menyediakan fasilitas kantor di area Gedung Bung Karno. Melalui apel tersebut, seluruh ASN dan masyarakat diimbau untuk melaporkan pengguna atau pecandu narkoba agar bisa mendapatkan fasilitas rehabilitasi secara gratis tanpa diproses hukum, demi memutus rantai kriminalitas. Kewaspadaan terhadap modus peredaran narkoba gaya baru, seperti yang dikemas dalam bentuk cairan vape maupun permen, turut menjadi perhatian serius.

Mengakhiri arahannya, Kaban Kesbangpol juga meminta partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan orang asing, mengingat saat ini terdapat sekitar 60 Warga Negara Asing (WNA) yang berdomisili di Jembrana. Masyarakat diingatkan untuk tidak mudah terperdaya oleh iming-iming materi atau hadiah dari WNA guna mencegah tindak kejahatan yang menyasar anak-anak, seperti kasus pedofilia.

Melalui apel koordinasi ini, Pemkab Jembrana berharap seluruh elemen pemerintahan, mulai dari pimpinan OPD hingga jajaran staf, dapat terus bersinergi dalam menyukseskan program-program strategis daerah. Peran aktif aparatur sipil negara dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban, mencegah ancaman keamanan, serta mewujudkan Jembrana yang lebih tangguh dan berkemajuan.

Galeri Foto