JEMBRANA – Estafet kepemimpinan olahraga di Kabupaten Jembrana kembali berlanjut. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jembrana sukses menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) masa bakti 2026–2030 yang dilaksanakan pada Rabu (29/04) bertempat di Ruang Rapat Jimbarwana Lantai II Kantor Bupati Jembrana. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari jajaran Forkopimda Kabupaten Jembrana, Kadis Dikpora Kabupaten Jembrana, pengurus KONI Kabupaten Jembrana Periode 2022-2026, serta seluruh perwakilan Cabang Olahraga (Cabor) se-Kabupaten Jembrana.
Musorkab merupakan forum tertinggi organisasi olahraga di tingkat kabupaten yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan KONI ke depan. Momentum ini menjadi sangat penting di tengah tantangan dunia olahraga yang semakin kompetitif, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara pengurus, atlet, dan Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam mewujudkan target “Jembrana Emas”.
Dalam suasana yang demokratis dan penuh semangat kebersamaan, forum Musorkab secara aklamasi menetapkan kembali I Gede Ngurah Patriana Krisna sebagai Ketua Umum KONI Jembrana masa bakti 2026–2030. Kepercayaan ini diberikan oleh seluruh Cabor sebagai bentuk dukungan untuk melanjutkan kepemimpinan serta menjaga stabilitas dan peningkatan prestasi olahraga di Bumi Makepung.
Dalam sambutan perdananya, pria yang akrab disapa Ipat tersebut menyampaikan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan, terutama dalam upaya meningkatkan kembali prestasi olahraga Jembrana yang sempat mengalami penurunan di beberapa ajang, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Ia menegaskan bahwa prestasi tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang terarah, profesional, dan berkelanjutan.
“Atlet yang hebat lahir dari latihan yang tekun dan kerja keras yang terus-menerus. Ke depan, kami akan fokus memperkuat kualitas pelatih, wasit, serta tenaga keolahragaan, sekaligus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha,” ujar Ipat.
Terkait kondisi anggaran, Ipat juga memaparkan bahwa hibah dari pemerintah daerah mengalami efisiensi akibat penurunan transfer dana dari pemerintah pusat pada tahun 2025 dan 2026. Meski demikian, ia mengajak seluruh pengurus Cabor untuk tetap optimis dan memiliki empati terhadap kondisi yang ada. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat pembinaan atlet, khususnya usia dini yang menjadi fondasi utama pembangunan olahraga.
Kegiatan Musorkab ini dibuka secara resmi oleh Bupati Jembrana yang diwakili oleh Asisten Sekretaris Daerah. Dalam sambutannya, pemerintah daerah menyampaikan dukungan penuh terhadap program kerja KONI ke depan. Pemerintah berharap kepengurusan yang baru dapat mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan, profesional, dan akuntabel, serta mampu meningkatkan prestasi olahraga hingga ke tingkat regional, nasional, bahkan internasional.
“Pemerintah daerah berharap KONI terus menjalin sinergi untuk meningkatkan prestasi. Pembinaan atlet usia dini harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, didukung oleh pelatih, wasit, dan tenaga keolahragaan yang berkualitas,” tegasnya saat membuka acara secara resmi.
Musorkab ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh insan olahraga untuk bangkit dan berprestasi lebih baik. Dengan kepemimpinan yang berpengalaman, KONI Jembrana kini bersiap menyusun struktur kepengurusan yang baru dan lebih akomodatif guna menjawab kebutuhan serta aspirasi seluruh cabang olahraga di Kabupaten Jembrana.