Pemerintahan 28 Oct 2026

Pulihkan Ekologi dan Ekonomi, Pemkab Jembrana Gelar Sosialisasi RHL Vegetatif Bersama Stakeholder

A

Oleh Administrator

2 Menit Baca
6 kali dilihat
Pulihkan Ekologi dan Ekonomi, Pemkab Jembrana Gelar Sosialisasi RHL Vegetatif Bersama Stakeholder

""Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat sekitar hutan sekaligus mengembalikan fungsi ekologis kawasan hutan melalui penanaman tanaman keras dan produktif, serta memberikan kepastian akses pengelolaan lahan secara berkelanjutan," ujar Sekda Jembrana, Drs. I Made Budiasa, M.Si."

JEMBRANA — Pemerintah Kabupaten Jembrana bersinergi dengan BPDAS Unda Anyar, UPTD KPH Bali Barat, dan Balai Perhutanan Sosial Wilayah Bali menggelar kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Secara Vegetatif Oleh Masyarakat dan Stakeholder Lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Kamis (22/10/2026).

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, Drs. I Made Budiasa, M.Si. (mewakili Bupati Jembrana) yang sekaligus bertindak sebagai Ketua I Wanagiri Kerti, Kepala Bappeda Kabupaten Jembrana, Kepala UPTD KPH Bali Barat (mewakili Kadis LHK Provinsi Bali), Kepala BPDAS Unda Anyar, Kepala Balai Perhutanan Sosial Wilayah Bali, serta jajaran pengurus Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD), Kelompok Tani Hutan (KTH), dan 37 kelompok pemegang persetujuan perhutanan sosial.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, Drs. I Made Budiasa, M.Si., Pemkab Jembrana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak atas terjalinnya kolaborasi lintas sektor (pentahelix) demi pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat sekitar hutan sekaligus mengembalikan fungsi ekologis kawasan hutan melalui penanaman tanaman keras dan produktif, serta memberikan kepastian akses pengelolaan lahan secara berkelanjutan," ujar Sekda Jembrana, Drs. I Made Budiasa, M.Si., saat menyampaikan arahan Bupati.

Lebih lanjut, Sekda Drs. I Made Budiasa, M.Si. menegaskan bahwa keberhasilan RHL tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, melainkan keberlangsungan hidup tanaman dan manfaat ekonomis yang dirasakan langsung oleh masyarakat tanpa merusak ekosistem.

"Pemerintah berharap seluruh peserta dapat mengikuti bimbingan teknis ini dengan sungguh-sungguh dan menerapkannya mulai dari tahap perencanaan, pemilihan bibit yang sesuai kondisi lahan, hingga pemeliharaan dan pemantauan secara konsisten," tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, rangkaian acara dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bibit pohon produktif secara simbolis—seperti manggis, alpukat, durian, pala, dan petai—kepada perwakilan LPHD dan KTH, dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi teknis, diskusi interaktif, sesi foto bersama, serta diakhiri dengan ramah tamah.

Galeri Foto