Pemerintahan 23 Aug 2026

Semangat Ngayah, 1.912 Seniman Meriahkan Puncak HUT ke-131 Kota Negara

A

Oleh Administrator

3 Menit Baca
Semangat Ngayah, 1.912 Seniman Meriahkan Puncak HUT ke-131 Kota Negara

"Bupati Jembrana menegaskan, kemeriahan festival tidak terlepas dari semangat ngayah dan gotong royong seluruh pihak. “Kita ingin menghadirkan hiburan yang memang dibutuhkan masyarakat. Di tengah situasi sulit saat ini, kunci utamanya adalah gotong royong. Panitia semua ngayah, seniman juga ngayah, ditambah dukungan swasta, BUMN, BUMD, hingga komunitas,” tegasnya. Festival Semarak Jembrana 2026 pun menjadi bukti bahwa keberagaman seni dan budaya dapat menjadi kekuatan untuk mempererat kebersamaan serta menumbuhkan kreativitas menuju Jembrana yang maju, harmonis, dan bermartabat."

Jembrana – Semangat ngayah dan gotong royong mewarnai suksesnya Festival Semarak Jembrana 2026 yang digelar selama 10 hari dalam rangka memperingati HUT ke-131 Kota Negara, Hari Jadi Provinsi Bali, serta HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Meski berada di tengah efisiensi anggaran dan kondisi keuangan daerah yang ketat, berbagai kegiatan seni, budaya, olahraga, ekonomi kreatif, hingga kegiatan sosial tetap berlangsung meriah.

Puncak perayaan ditandai dengan Pawai Budaya yang berlangsung Minggu (23/8/2026), mengambil rute dari Puri Negara menuju Tugu Adipura Jembrana melalui Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Ngurah Rai. Mengusung tema “Taman Sari Bhineka Tunggal Ika”, pawai melibatkan sekitar 1.912 seniman dan peserta, serta disaksikan ribuan masyarakat yang memadati sepanjang jalur parade.

Rangkaian pawai diawali penampilan musik khas Jembrana berupa Jegog dan Kendang Mebarung, kemudian dibuka secara resmi melalui pemukulan kulkul oleh Bupati Jembrana didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali selaku perwakilan Gubernur Bali, Wakil Bupati Jembrana, serta Forkopimda. Gebyar Jegog Kolaborasi kemudian menjadi penanda dimulainya parade, disusul Tari Cepaka Putih, Payas Agung, uparengga, rias karnaval, hingga barisan pakaian suku Nusantara.

Kreativitas generasi muda turut menjadi bagian penting dalam parade melalui Tari Kolosal Anak-Anak Sanggar Tari Pradnya Swari dan garapan tari modern Padukuhan Seni Tibu Bunter. Pawai juga dimeriahkan berbagai instansi dan partisipan, di antaranya Universitas Triatma Mulya, Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana, Polres Jembrana, Marching Band Etnic Universitas Warmadewa, BPD Bali, Perumda Air Minum Tirta Jati Amerta, serta barisan yowana.

Salah satu penampilan yang mendapat perhatian adalah parade dari lima kecamatan se-Kabupaten Jembrana, yakni Pekutatan, Melaya, Mendoyo, Negara, dan Jembrana. Masing-masing menampilkan identitas serta kesenian khas daerah melalui pedeengan, gebogan, penari rerejangan, uparengga dan tabuh pengiring. Kelima camat juga turut ambil bagian dalam penampilan, menunjukkan semangat kebersamaan dan partisipasi langsung unsur pemerintahan.

Selain Pawai Budaya, Festival Semarak Jembrana selama 10 hari menghadirkan beragam kegiatan di tiga zona utama. Area Parkir Pemkab Jembrana menjadi pusat UMKM, ekonomi kreatif dan job fair, Pura Jagatnatha menjadi ruang pementasan tradisi seperti Gong Kebyar, Baleganjur dan Drama Gong, sementara Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno menghadirkan pertunjukan kontemporer, konser musik, Jegog, Joged Bumbung dan Wayang Kulit.

Bupati Jembrana menegaskan, kemeriahan festival tidak terlepas dari semangat ngayah dan gotong royong seluruh pihak. “Kita ingin menghadirkan hiburan yang memang dibutuhkan masyarakat. Di tengah situasi sulit saat ini, kunci utamanya adalah gotong royong. Panitia semua ngayah, seniman juga ngayah, ditambah dukungan swasta, BUMN, BUMD, hingga komunitas,” tegasnya. Festival Semarak Jembrana 2026 pun menjadi bukti bahwa keberagaman seni dan budaya dapat menjadi kekuatan untuk mempererat kebersamaan serta menumbuhkan kreativitas menuju Jembrana yang maju, harmonis, dan bermartabat.

Galeri Foto