Pemerintahan 23 Jul 2026

Tingkatkan Keamanan Digital, UMKM Jembrana Dibekali Literasi Cegah Penipuan Siber

A

Oleh Administrator

3 Menit Baca
Tingkatkan Keamanan Digital, UMKM Jembrana Dibekali Literasi Cegah Penipuan Siber

"Kegiatan literasi digital ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kesiapan pelaku UMKM Jembrana menghadapi perkembangan ekonomi digital. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai keamanan siber, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus lebih waspada terhadap berbagai ancaman digital."

Jembrana - Memasuki era digital yang terus berkembang, pemanfaatan teknologi membuka peluang yang semakin luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha dan memperluas jangkauan pasar. Namun, di balik peluang tersebut, ancaman kejahatan siber dan penipuan digital juga menjadi tantangan yang perlu diwaspadai.

Untuk meningkatkan pemahaman dan kecakapan masyarakat dalam menggunakan ruang digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Wilayah Bali menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital Tahap II dengan tema “Cakap Digital untuk UMKM”, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang mengangkat materi pencegahan penipuan dan kejahatan digital bagi pelaku UMKM tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai II, Aula Jimbarwana Kabupaten Jembrana dan dihadiri oleh UMKM Kabupaten Jembrana.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi, I Wayan Agus Ariawan, S.Kom., yang hadir mewakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Jembrana, I Made Cipta Wahyudi, S.Kom.

Dalam sambutannya, I Wayan Agus Ariawan menekankan bahwa kecakapan digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM di tengah semakin berkembangnya aktivitas usaha melalui platform digital.

Pelaku UMKM, menurutnya, tidak hanya dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan dan memasarkan produk secara daring, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang baik mengenai keamanan digital guna melindungi akun, data, dan aktivitas usahanya dari berbagai modus penipuan.

“Di era sekarang, menjadi cakap digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama. Pelaku UMKM tidak hanya harus mahir mempromosikan produk secara online, tetapi juga wajib tahu cara melindungi bisnisnya dari maraknya modus penipuan digital yang kian beragam,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat saat memasuki sesi pemaparan materi yang menghadirkan narasumber dari MAFINDO. Christina T. Sanger membawakan materi “Waspada Digital & Kenali Lawan”, dengan membahas berbagai modus penipuan digital yang berpotensi menyasar pelaku UMKM, termasuk ancaman phishing dan tautan palsu.

Sementara itu, Dimas Fadhilah Aprilian Santosa menyampaikan materi mengenai “Pencegahan & Langkah Darurat”. Peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kejahatan digital sekaligus tindakan yang perlu segera diambil apabila telah menjadi korban, mulai dari mengamankan akun, melakukan pelaporan kepada pihak perbankan, hingga memahami alur pengaduan dan proses hukum.

Kegiatan literasi digital ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kesiapan pelaku UMKM Jembrana menghadapi perkembangan ekonomi digital. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai keamanan siber, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus lebih waspada terhadap berbagai ancaman digital.

Melalui kegiatan ini, UMKM Jembrana diharapkan tidak hanya semakin berkembang dan mampu memperluas pasar secara digital, tetapi juga semakin cerdas, tangguh, dan aman dalam menjalankan aktivitas usaha di tengah pesatnya transformasi digital.

Galeri Foto