JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerprin) secara resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional Sumber Dana APBN Tahun 2026. Acara pembukaan ini diselenggarakan pada Senin, 10 Agustus 2026, bertempat di Ruang Rapat Lantai II Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana.
Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut antara lain Bupati Jembrana, Wakil Ketua/Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Jembrana, Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana beserta Asisten Pemerintahan dan Kesra, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala UPTD Balai Pelatihan Kerja, Ketua APINDO Kabupaten Jembrana, serta jajaran instruktur pelatihan.
Acara diawali dengan penyampaian laporan kegiatan dari Kepala Dinas Nakerprin Kabupaten Jembrana.
Empat Program Pelatihan Siap Digelar dalam laporannya, Kepala Dinas Nakerprin menyampaikan bahwa pelatihan ini didanai melalui APBN Kementerian Ketenagakerjaan RI Tahun 2026 dengan total anggaran sebesar Rp332.034.000. Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 ini terbagi ke dalam empat paket pelatihan utama, yaitu:
1. Pembuatan Konten Visual untuk Media Sosial: Berlangsung dari 10 Agustus hingga 8 September 2026, diikuti oleh 14 orang peserta.
2. Pembuatan Roti dan Kue: Dilaksanakan pada 10 Agustus sampai 31 Agustus 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 13 orang.
3. Menjahit Pakaian dengan Mesin: Berlangsung dari 10 Agustus hingga 16 September 2026, diikuti oleh 16 orang peserta.
4. Pelatihan Barbershop: Dilaksanakan pada 10 Agustus sampai 14 September 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang.
Usai menyelesaikan masa pelatihan, seluruh peserta akan diarahkan untuk mengikuti uji kompetensi atau asesmen. Pihak penyelenggara juga berkomitmen untuk mendukung kelulusan peserta melalui layanan penempatan kerja, kemitraan dengan dunia usaha dan industri, serta pendampingan kewirausahaan.
Pesan Bupati Jembrana: Serius Belajar dan Ciptakan Kemandirian Ekonomi
Bupati Jembrana yang hadir membuka acara secara resmi, turut memberikan suntikan semangat kepada para peserta. Beliau berpesan agar peserta menggali potensi diri secara maksimal dan mengikuti pelatihan dengan serius.
Bupati mencontohkan banyak kisah sukses pengusaha di Jembrana dan luar daerah yang berawal dari keterampilan spesifik. Potensi penghasilan dari profesi jasa cukur rambut (barbershop), bisnis menjahit yang kerap kebanjiran pesanan, usaha kuliner kue, hingga besarnya perputaran uang dari profesi content creator di media sosial menjadi bukti nyata peluang kemandirian ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga telah memfasilitasi bantuan perlengkapan kerja untuk para peserta. Bupati secara khusus mengingatkan agar alat-alat pendukung pasca-pelatihan, seperti alat cukur, dijaga dan tidak diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan sebagai modal dasar membuka usaha.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan tanda peserta dan prosesi pemakaian seragam pelatihan secara simbolis oleh Bupati Jembrana kepada perwakilan peserta.