JEMBRANA – Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD PPPA PPKB) Kabupaten Jembrana menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) Kabupaten Jembrana Tahun 2026 pada hari selasa (8/9/2026) bertempat di Ruang Rapat Jimbarwana Lantai 2, Kantor Bupati Jembrana.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama dari Dinas Sosial, P3A Provinsi Bali serta dihadiri oleh jajaran perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, BPBD, Kesbangpol, pengelola layanan ramah anak (RIRA, TARA, ILA), Ketua Forum Anak Daerah, hingga perwakilan pengelola satuan pendidikan di Kabupaten Jembrana.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis karena anak-anak merupakan investasi masa depan sekaligus kelompok yang rentan terhadap berbagai ancaman kekerasan, perundungan (bullying), eksploitasi, hingga tindak kejahatan digital. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana bertekad menyamakan pemahaman lintas sektor agar setiap kebijakan, program, dan pelayanan umum senantiasa mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.
Selain itu, pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemenuhan dokumen indikator Kabupaten Layak Anak (KLA) demi mendorong peningkatan status Jembrana dari kategori “Nindya” yang telah diraih tiga kali berturut-turut menuju kategori Utama.
Pelaksanaan kegiatan berjalan secara komprehensif melalui penyampaian materi oleh para ahli serta penguatan komitmen dan kolaborasi lintas sektor. Langkah konkret ini diwujudkan dengan mendorong proses standarisasi berbagai fasilitas publik dan lembaga ramah anak, meliputi Sekolah Ramah Anak (SRA), Puskesmas Ramah Anak, Tempat Ibadah Ramah Anak, hingga Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di Gedung Kesenian Ir. Soekarno.
Melalui pembukaan resmi kegiatan Pelatihan Konvensi Hak Anak Tahun 2026 ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian acara hingga tuntas serta mengimplementasikan ilmu yang didapat di unit kerja masing-masing. Langkah bersama ini menjadi bukti komitmen mewujudkan Kabupaten Jembrana yang Maju, Harmoni, Bermartabat, dan Sepenuhnya Layak Anak.