Pemerintahan 09 Oct 2026

Unggul dalam Sinergi & Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan, Kabupaten Jembrana Raih Peringkat Pertama PPD Provinsi Bali Tahun 2026

A

Oleh Administrator

3 Menit Baca
4 kali dilihat
Unggul dalam Sinergi & Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan, Kabupaten Jembrana Raih Peringkat Pertama PPD Provinsi Bali Tahun 2026

""Perencanaan itu sebenarnya bukan berbicara seberapa banyak Jembrana punya uang atau PAD. Walaupun PAD kita relatif terbatas, bagaimana kita mampu mewujudkan perencanaan dengan prinsip empati fiskal, dipadukan dengan transformasi digital. Dengan demikian, program-program prioritas nasional, prioritas provinsi, hingga 24 program unggulan Bapak Bupati dapat terlaksana dengan baik. Ini semua adalah hasil kerja keras kita bersama di bawah bimbingan Bapak Bupati." — I Gusti Made Wijaya, SE."

Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Bali. Jembrana berhasil meraih Peringkat Pertama / Terbaik I dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026.

Penghargaan bergengsi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Bali Nomor 751/04-A/HK/2026 dan diumumkan secara resmi dalam rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) Bappeda se-Bali yang mengusung tema "Sinergi dan Keselarasan Pembangunan Pusat-Daerah: Mewujudkan Asta Cita RPJMN 2025–2029 Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali" pada Jumat, 9 Oktober 2026 bertempat di Handara Golf dan Resort Bali.

Penilaian PPD ini menegaskan keberhasilan Kabupaten Jembrana dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan yang selaras dan terintegrasi secara holistik, mencakup:

1. Keselarasan dan sinkronisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

2. Sinkronisasi Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Perencanaan Holistik dan Berprinsip Empati Fiskal

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jembrana, I Gusti Made Wijaya, SE, menyampaikan bahwa proses penilaian PPD ini berlangsung secara simultan dan ketat sejak awal tahun. Proses tersebut menguji ketepatan waktu, ketepatan sasaran, kelengkapan data, serta integrasi sistem perencanaan berbasis digital seperti SIPD.

"Proses perencanaan pembangunan untuk mewujudkan perencanaan yang lebih bagus, kolaboratif, harmonis, serta menyatu dan terintegrasi dengan program pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten sudah dilaksanakan sejak awal tahun. Penilaian ini dilakukan secara menyeluruh oleh tim penilai dan kelompok ahli dari Provinsi Bali." — I Gusti Made Wijaya, SE, Kepala Bappeda Kabupaten Jembrana.

Lebih lanjut, I Gusti Made Wijaya menekankan bahwa esensi perencanaan di Jembrana tidak sekadar berfokus pada besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau anggaran semata.

"Perencanaan itu sebenarnya bukan berbicara seberapa banyak Jembrana punya uang atau PAD. Walaupun PAD kita relatif terbatas, bagaimana kita mampu mewujudkan perencanaan dengan prinsip empati fiskal, dipadukan dengan transformasi digital. Dengan demikian, program-program prioritas nasional, prioritas provinsi, hingga 24 program unggulan Bapak Bupati dapat terlaksana dengan baik. Ini semua adalah hasil kerja keras kita bersama di bawah bimbingan Bapak Bupati." — I Gusti Made Wijaya, SE.

Hasil Penilaian PPD Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026:

▪️︎ Peringkat I (Terbaik I): Kabupaten Jembrana

▪️︎ Peringkat II: Kabupaten Gianyar (Catatan wawancara/keputusan: Kabupaten Gianyar mendampingi di Peringkat II, diikuti Kabupaten Klungkung di Peringkat III)

▪️︎ Peringkat III: Kabupaten Klungkung

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menjaga kualitas tata kelola pembangunan daerah yang partisipatif, akuntabel, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Galeri Foto